DBS akuisisi Danamon, bukti perbankan RI seksi

Rabu, 04 April 2012 - 17:29 WIB
DBS akuisisi Danamon,...
DBS akuisisi Danamon, bukti perbankan RI seksi
A A A
Sindonews.com - Terkait mayoritas saham di perbankan Indonesia yang dimiliki oleh pihak asing, Pengamat Ekonomi Aviliani mengatakan akuisisi Bank Danamon yang dilakukan oleh investor asing seperti DBS adalah bukti bahwa market Indonesia masih menarik untuk asing. Hal ini dikarenakan di Indonesia, asing boleh memiliki saham hingga 99 persen.

"Dia beli banknya, nanti kan ada dari dana masyarakat. Beda dengan negara-negara maju, justru mereka harus jualan. Jadi orang lebih tertarik dengan Indonesia karena market, kemudian kelas menengah. Serta bank di Indonesia itu memperbolehkan kepemilikan sangat besar," ungkap Aviliani saat ditemui di Hotel Pullman Jakarta, Rabu (4/4/2012).

Aviliani menjelaskan, di beberapa negara seperti Korea dan Australia, kepemilikan asing hanya boleh sekitar 30 persen, sedangkan di Indonesia hingga 90 persen, ini adalah bukti bahwa Indonesia paling diminati.

"Indonesia yang paling enak. Jadi menarik, walaupun gonjang-ganjing BBM, orang masih melihat kita punya prospek," tegasnya.

Aviliani juga menegaskan, jika Bank Indonesia menerapakan azaS pembatasan asing maka Indonesia sendiri yang akan kesulitan, sebab ketika perbankan melakukan rate issue rata-rata asing yang membeli.

"Jika BI menolak investor kedalam, problemnya adalah ketika kita jual saham lainnya (right issue), itu yang kebanyakan membeli kan asing, jadi kalau kita membatasi kepemilikan asing menjadi problem. Karena nanti apakah bisa terstabilkan, atau malah harga bank jadi jatuh sahamnya? Jadi menurut saya, kalau kepemilikan it's ok," tuturnya.

Walaupun demikian Aviliani menekankan, jika asing ingin membuka cabang murni asing, sebaiknya tidak diperbolehkan. Sebaiknya asing membuat badan sendiri seperti PT.

"Tapi kalau misalnya mereka buka cabang yang kaitannya dengan total asing itu jangan boleh. Nanti itu diwajibkan bikin PT sendiri, jadi terkait dengan di internasional," ujarnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
33 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved