Hatta: Pembatasan BBM harus dilakukan

Selasa, 10 April 2012 - 21:26 WIB
Hatta: Pembatasan BBM...
Hatta: Pembatasan BBM harus dilakukan
A A A


Sindonews.com - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan pemerintah terpaksa harus melakukan pembatasan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini diperlukan untuk penyelamatan keuangan negara.

Dia menyebut, bahwa harus ada pengaturan khusus untuk pembatasan BBM. "Mobil pribadi seharusnya tidak boleh lagi menikmati BBM bersubsidi. Ini yang sedang kita godok, kalangan masyarakat mampu bisa gunakan Pertamax. BBM bersubsidi harus tepat sasaran," kata Hatta Rajasa dalam kunjungan kerja di Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (10/4/2012).

Jika tidak dibatasi dikhawatirkan kas negara akan jebol, karena harus membayar subdisi BBM. "Apalagi jika sampai minyak dunia melebihi USD105 perbarel. Tentu beban belanja negara akan semakin membengkak. Jadi mau tidak mau harus ada pembatasan," kata Ketua Umum PAN ini.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar menghemat pemakaian BBM. "Pasca tidak dijadikannya harga BBM bersubsidi, kita minta semua kalangan harus melakukan penggunaan BBM," tukasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
54 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
2 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved