ASEAN harus rebut pasar AS & Eropa

Rabu, 11 April 2012 - 09:57 WIB
ASEAN harus rebut pasar...
ASEAN harus rebut pasar AS & Eropa
A A A
Sindonews.com - Negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam Asosiation South East Asia Nation (ASEAN) diharapkan dapat menarik perhatian investor yang berpaling dari pasar Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Pasalnya, kini ASEAN harus bersaing dengan Brasil, Rusia, India, dan China (ekonomi BRIC).

"ASEAN juga harus bekerja sama sebagai sebuah blok terpadu untuk menarik investor mencari tujuan baru atau menanggung risiko kalah dari pasar lain," tutur Editor Regional Oxford Business Group Editor untuk Asia, Paulius Kuncinas, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip dari okezone, Rabu (11/4/2012).

Meski demikian, negara-negara ASEAN perlu menunjukkan mereka bisa bekerja sama, daripada bersaing antar negara dan menghilangkan persepsi bahwa, meskipun ada daya tarik, wilayah tersebut tidak memiliki kekompakan dalam infrastruktur kebijakan dan koordinasi.

"Saya pikir ASEAN tidak menjual dirinya sendiri dengan baik secara internasional dan berisiko kehilangan kesempatan historis untuk muncul sebagai alternatif untuk BRICs," kata Kuncinas.

Dia melihat pada KTT ASEAN ke-20 terakhir di Phnom Penh, potensi daerah tidak dikomunikasikan kepada dunia luar secara tepat. Meskipun tujuan integrasi ekonomi ambisius, secara internasional ASEAN dipandang sebagai wakil untuk peluang pasar yang besar di Indonesia.

Kuncinas mengatakan, meskipun Indonesia secara jelas ditandai sebagai mesin pertumbuhan utama di wilayah ini untuk 5-10 tahun mendatang, juga akan mendapat manfaat dari ASEAN yang terintegrasi dan berfungsi dengan baik untuk menarik arus besar masuk modal.

"Hal ini karena investor tiket besar tidak ingin menempatkan semua telur dalam satu keranjang dan akan lebih nyaman jika mereka bisa menyalurkan sebagian dananya melalui pintu-pintu masuk ASEAN seperti Malaysia, terutama pada 2012 ketika para investor berupaya paparan mereka terhadap China, AS, dan Eropa," katanya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved