PLN awasi kinerja kontraktor China

Rabu, 11 April 2012 - 10:07 WIB
PLN awasi kinerja kontraktor...
PLN awasi kinerja kontraktor China
A A A
Sindonews.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan akan mengawasi langsung bahan-bahan untuk pembangkit listrik yang dibangun oleh kontraktor asal China. Hal itu dilakukan karena kontraktor China bermasalah dalam pengerjaan proyek program pembangkit 10.000 megawatt (MW).

“Sekarang diawasi secara struktural, sehingga jelas masing- masing job desk,” kata Direktur Konstruksi PLN Nasri Sebayang di Kantor Pusat PLN, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, PLN akan beralih konsep dari mementingkan kecepatan pembangunan, ke pembangunan yang berkualitas. PLN turun tangan langsung mengecek kualitas sejak mesin pembangkit listrik dibuat di China di mana BUMN kelistrikan itu akan mengirim konsultan untuk mengawasi langsung pembuatan mesin di China dan pengawasan tesnya di pabrik.

Di sisi lain, jelas dia, PLN juga akan aktif menyelesaikan masalah sengketa tanah yang menghambat pembangunan pembangkit di sejumlah daerah. PLN berinisiatif mendekati gubernur dan bupati setempat untuk memudahkan penyelesaian pembebasan lahan.

“Banyak pemda yang tak mau bantu soal tanah, mestinya pemda membantu karena jika pembangkit jadi, bisa meningkatkan ekonomi di sana,” ujar Nasri.

Sebelumnya pemintaan pengawasan dan evaluasi atas proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 10.000 MW tahap I dikemukakan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo.

Menurut dia, proyek itu belum berjalan lancar karena ada permasalahan pada kinerja kontraktor-kontraktor dari China. “Isi kontrak yang mengatur kewajiban dan hak kontraktor serta pemberi kontrak juga tidak detail. Kalau kontraknya detail dan ada yang tidak dilaksanakan, ada sanksi. Harusnya seperti itu,” tegasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
26 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved