Inflasi capai 6,6% jika terjadi kenaikan BBM
Kamis, 12 April 2012 - 16:08 WIB
Inflasi capai 6,6% jika terjadi kenaikan BBM
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menyampaikan, jika kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di bulan Juli atau Oktober dengan skenario yang sudah disepakati, maka angka inflasi akan mencapai 6,6 persen. Angka tersebut sudah termasuk dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang memang sudah dibatalkan.
"Perkiraan kita TDL kan tidak jadi Juli, itu sebenarnya sudah masuk. Kalau BBM jadi dan TDL jadi, maka akan di bawah 6,8 persen, mungkin sekitar 6,6 persen," ungkap Darmin di kantornya, Kamis, Jakarta (12/4/2012).
Menurutnya, hal yang paling susah untuk dikontrol adalah espektasi pasar. Dengan isu kenaikan harga BBM saja, espektasi pasar sudah merespon dengan cepat.
"Harga BBM tdak naik, itulah dinamika, dia tidak bisa kembali ke titik nol. Ada espektasi di masyarakat, bahkan sebenarnya tadinya kalau kebijakan tanpa kenaikan BBM, maka diperkirakan angka inflasi dapat lebih rendah," jelasnya.
Dia menambahkan, pasar saat ini sedang meminta kepastian dari pemerintah terhadap kenaikan harga BBM. Sehingga kewaspadaan BI dapat ditingkatkan jika kenaikan itu memang terjadi.
"Target espektasi, kalau harga naik kapan naiknya? Maka espektasi itu akan bekerja dari sini. Kalau harga Juli naik dan Oktober naik itu lain lagi. Memperhitungkan espektasi tidak mudah, karena itu respon masyarakat, dari kebijakan BBM. Namun melihat inflasi kenaikan kalau terjadi, apakah terjadi bulan Juni ataupun oktober?" paparnya.
Pada skenario awal, sudah diperhitungkan, inflasi akan berada di angka 4,4 persen tanpa kenaikan harga BBM. Namun jika ada kenaikan inflasi akan bertambah sesuai dengan perhitungannya.
"Kita sudah menggambarkan, kalau tidak kebijakan BBM, inflasi 4,4 persen. Apabila perubahan kebijakan, mengenai harga BBM maka dengan skenario yang banyak dibicarakan. Pertama, Rp1.500 dan kedua Subsidi per liter ditetapkan sebesar dengan jumlah tertentu Rp2.000, maka inflasi akan bertambah 2,4 sampai 2,7 persen," pungkasnya. (bro)
()