Cadangan devisa hingga akhir Maret USD110,5 M
Kamis, 12 April 2012 - 16:09 WIB
Cadangan devisa hingga akhir Maret USD110,5 M
A
A
A
Sindonews.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A Sarwono mengatakan cadangan devisa (cadev) hingga akhir Maret 2012 masih cukup besar, mencapai USD110,5 miliar atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran hutang luar negeri.
“Tekanan current account ekspor kita tidak sebaik yang kita perkirakan karena dampak perekonomian dunia, impor migas dan non migas tumbuh dengan cepat. Tetapi sisi positifnya berupa material untuk menambah kapasitas kita, masih 6,4 persen di perkembangan selanjutnya masih di 6,5 persen,” ujar Hartadi di Gedung Bank Indonesia Jakarta, Kamis (12/4/2012).
Dibantu impor-impor tadi, lanjut Hartadi, dampaknya jangka pendek Balance Of Paytment (BOP) selisih antara ekspor dan impor dan defisitnya lebih besar, tapi secara keseluruhan surplus masih terjadi di tahun ini. Capital account masih surplus jadi cadev kita di akhir tahun akan kembali meningkat.
“Ini sisi positifnya, kita lakukan intervensi, pembayaran impor, hutang luar negeri, tapi cadev kita akan meningkat di akhir tahun,” jelasnya.
Untuk perkembangan hasil devisa ekspor, Hartadi menambahkan pihaknya belum dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut, ini dikarenakan BI sedang menunggu administrasi, selama 6 bulan.
Pada kesempatan yang sama Gubernur Bank Indonesaia Darmin Nasution menegaskan bahwa, pihaknya memberikan waktu kepada eksportir selama 6 bulan, untuk melakukan pembayaran.
“Kita berikan waktu selama 6 bulan, itu berlaku 1 Januari 2012, kita belum mendapatkan angkanya, secara fix. Selama beberapa bulan lagi, kita perolah data pada tanggal 6 Juni 2012,” pungkasnya. (ank)
“Tekanan current account ekspor kita tidak sebaik yang kita perkirakan karena dampak perekonomian dunia, impor migas dan non migas tumbuh dengan cepat. Tetapi sisi positifnya berupa material untuk menambah kapasitas kita, masih 6,4 persen di perkembangan selanjutnya masih di 6,5 persen,” ujar Hartadi di Gedung Bank Indonesia Jakarta, Kamis (12/4/2012).
Dibantu impor-impor tadi, lanjut Hartadi, dampaknya jangka pendek Balance Of Paytment (BOP) selisih antara ekspor dan impor dan defisitnya lebih besar, tapi secara keseluruhan surplus masih terjadi di tahun ini. Capital account masih surplus jadi cadev kita di akhir tahun akan kembali meningkat.
“Ini sisi positifnya, kita lakukan intervensi, pembayaran impor, hutang luar negeri, tapi cadev kita akan meningkat di akhir tahun,” jelasnya.
Untuk perkembangan hasil devisa ekspor, Hartadi menambahkan pihaknya belum dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut, ini dikarenakan BI sedang menunggu administrasi, selama 6 bulan.
Pada kesempatan yang sama Gubernur Bank Indonesaia Darmin Nasution menegaskan bahwa, pihaknya memberikan waktu kepada eksportir selama 6 bulan, untuk melakukan pembayaran.
“Kita berikan waktu selama 6 bulan, itu berlaku 1 Januari 2012, kita belum mendapatkan angkanya, secara fix. Selama beberapa bulan lagi, kita perolah data pada tanggal 6 Juni 2012,” pungkasnya. (ank)
()