Salurkan paket untuk nelayan, BRI dipuji Dahlan
Minggu, 15 April 2012 - 11:23 WIB
Salurkan paket untuk nelayan, BRI dipuji Dahlan
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bersyukur dengan acara yang diselenggarakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) bekerja sama dengan Sindo Media di Muara Angke, Jakarta Utara. Acara ini adalah bukti BRI merupakan perusahaan BUMN yang istimewa.
"Yang istimewa kelihatannya BRI. BRI itu labanya besar, rupanya BRI berbagai syukur dengan masyarakat," kata Dahlan di Muara Angke, Jakarta, Minggu (15/4/2012).
Dahlan memuji paket yang disediakan oleh BRI tidak hanya berupa barang, melainkan uang yang pastinya sangat berguna untuk nelayan dan masyarakat pesisir pantai.
"Karena paketnya ada uang, sembako, beras. Tapi kalau yang lain kan cuma barang," jelasnya.
Dahlan berharap, kedepan perusahaan BUMN lainnya juga memperbanyak kegiatan yang seperti dilakukan Bank BRI. Hal ini bertujuan untuk membantu para nelayan dan masyarakat yang sangat membutuhkan.
"Kementerian BUMN tidak berhak mencampuri. Karena sudah ada dana PKBL dan CSR di perusahaan masing-masing. Jadi saya hanya mengimbau dan berharap,"pungkasnya.
Dahlan merupakan salah seorang dari beberapa pejabat negara yang menghadiri acara penyaluran 35.000 paket bantuan sembako kepada nelayan dan masyarakat pesisir pantai yang diselenggarakan oleh BRI dan Sindo Media di Muara Angke, Jakarta Utara.
Sembako akan dibagikan di 25 titik meliputi wilayah pesisir, antara lain Muara Angke, Tanjung Priok, Bekasi, Muara Gembong, Karawang hingga Cikampek. Total paket yang dibagikan mencapai lebih dari 35.000, dan menelan dana Bina Lingkungan sekitar Rp 10 miliar.
“Di paket itu ada beras (10kg), minyak goreng (1 ltr), kecap (600 ml), Indomie (1 kardus), dan uang transport (Rp 30ribu). BRI sendiri menganggarkan biaya ini dari dana Bina Lingkungan yang kami miliki, dan kegiatan ini akan kami jadikan agenda tahunan," jelas Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basir dalam acara tersebut.
Sejauh ini pemerintah pun telah mengimbau kepada masyarakat dan seluruh instansi/perusahaan khususnya BUMN-BUMN untuk memperhatikan kepentingan dan keperluan pangan rakyat miskin, termasuk nelayan-nelayan yang tidak melaut karena gelombang besar. Sekedar informasi, jumlah nelayan di Indonesia saat ini (April 2012) sebanyak 2,24 juta.
“Itu sebabnya program ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN dan BRI melalui Program BUMN Peduli,” pungkas Sofyan.
"Yang istimewa kelihatannya BRI. BRI itu labanya besar, rupanya BRI berbagai syukur dengan masyarakat," kata Dahlan di Muara Angke, Jakarta, Minggu (15/4/2012).
Dahlan memuji paket yang disediakan oleh BRI tidak hanya berupa barang, melainkan uang yang pastinya sangat berguna untuk nelayan dan masyarakat pesisir pantai.
"Karena paketnya ada uang, sembako, beras. Tapi kalau yang lain kan cuma barang," jelasnya.
Dahlan berharap, kedepan perusahaan BUMN lainnya juga memperbanyak kegiatan yang seperti dilakukan Bank BRI. Hal ini bertujuan untuk membantu para nelayan dan masyarakat yang sangat membutuhkan.
"Kementerian BUMN tidak berhak mencampuri. Karena sudah ada dana PKBL dan CSR di perusahaan masing-masing. Jadi saya hanya mengimbau dan berharap,"pungkasnya.
Dahlan merupakan salah seorang dari beberapa pejabat negara yang menghadiri acara penyaluran 35.000 paket bantuan sembako kepada nelayan dan masyarakat pesisir pantai yang diselenggarakan oleh BRI dan Sindo Media di Muara Angke, Jakarta Utara.
Sembako akan dibagikan di 25 titik meliputi wilayah pesisir, antara lain Muara Angke, Tanjung Priok, Bekasi, Muara Gembong, Karawang hingga Cikampek. Total paket yang dibagikan mencapai lebih dari 35.000, dan menelan dana Bina Lingkungan sekitar Rp 10 miliar.
“Di paket itu ada beras (10kg), minyak goreng (1 ltr), kecap (600 ml), Indomie (1 kardus), dan uang transport (Rp 30ribu). BRI sendiri menganggarkan biaya ini dari dana Bina Lingkungan yang kami miliki, dan kegiatan ini akan kami jadikan agenda tahunan," jelas Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basir dalam acara tersebut.
Sejauh ini pemerintah pun telah mengimbau kepada masyarakat dan seluruh instansi/perusahaan khususnya BUMN-BUMN untuk memperhatikan kepentingan dan keperluan pangan rakyat miskin, termasuk nelayan-nelayan yang tidak melaut karena gelombang besar. Sekedar informasi, jumlah nelayan di Indonesia saat ini (April 2012) sebanyak 2,24 juta.
“Itu sebabnya program ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN dan BRI melalui Program BUMN Peduli,” pungkas Sofyan.
()