Proyek JJLS Gunungkidul terganjal dana

Selasa, 17 April 2012 - 09:58 WIB
Proyek JJLS Gunungkidul...
Proyek JJLS Gunungkidul terganjal dana
A A A
Sindonews.com – Proyek pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul kembali tersendat akibat ketidakpastian dana pendamping dari pusat dan provinsi.

Tahun ini, pemkab Gunungkidul hanya bisa memperpanjang jalur sejauh satu kilometer (km). Kepala Bappeda Gunungkidul Syarif Armunanto mengatakan hingga saat ini, pemkab masih belum menerima kepastian anggaran bagi pendamping dari pemerintah pusat serta Pemprov DIY.

Selain itu, kendala pembebasan lahan juga menjadi persoalan sendiri untuk melanjutkan proyek jalan nasional dari Labuhan Banten hingga Banyuwangi ini. ”Persoalan yang kita hadapi di lapangan,warga yang tanahnya terkena jalur justru meminta seluruh lahannya dibeli. Padahal yang kita butuhkan tidak semua luasan lahan. Bisa separuh atau sepertiganya saja,” ujarnya, kemarin.

Dengan kondisi tersebut, pemkab tahun ini hanya bisa menganggarakan Rp1 miliar. Anggaran ini ditambah dengan anggaran Pemprov DIY sebesar Rp2,4 miliar. ”Setelah kita hitung memang hanya cukup untuk satu km lagi,” ungkap dia. Direncanakan, jalur yang akan mulai dibebaskan berada di wilayah Desa Planjan Saptosari, Desa Kanigoro, Saptosari serta desa Girimulyo, Kecamatan Panggang. Syarif melanjutkan, pada 2013 mendatang, panjang jalur yang bisa dibebaskan bertambah sejauh lima km.” Itu sambil kita menunggu kepastian sharing anggaran dari pusat,” beber dia.

Untuk tahun mendatang, pemkab sudah mendapatkan informasi anggaran dari pemprov DIY sebesar Rp3,5 miliar. Sedangkan APBD Gunungkidul tahun depan, akan dianggarkan sebesar Rp1,2 miliar. Dengan bertambah panjangnya satu km ini, jalur jalan yang direncakan sepanjang 84 km tersebut mulai terbangun sejauh 25 km. Menanggapi persoalan sulitnya lahan warga ini, Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Sugito mengungkapkan, semestinya pemkab langsung melakukan pendekatan atau lobi kepada masyarakat.

Bagaimanapun kondisi keuangan yang ada,kata dia,pembangunann JJLS ini harus terus dilanjutkan. Dia juga berharap warga bersikap kooperatif sehingga proses untuk memajukan sektor selatan Gunungkidul ini berjalan lancar. Sementara, harga tanah yang akan dilalui JJLS juga terus melambung. Saat ini warga mulai berani mematok harga sebesar Rp900 ribu untuk setiap meter persegi lahan mereka.

Sekda Bantul Riyantono mengatakan melambungnya harga tanah yang akan dilalui JJLS menjadi kendala utama dalam meneruskan program jalur jalan nasional lintas selatan Jawa ini.Dengan demikian, nasibnya juga sama seperti Gunungkidul. Di kabupaten ini, jalur yang bisa dilanjutkan juga sepanjang satu km saja.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
37 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
45 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
Protes Proyek Nimbus-Dukung...
Protes Proyek Nimbus-Dukung Palestina, Puluhan Karyawan Dipecat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved