Renegosiasi gas Tangguh harus dipercepat

Selasa, 17 April 2012 - 14:14 WIB
Renegosiasi gas Tangguh...
Renegosiasi gas Tangguh harus dipercepat
A A A


Sindonews.com - Pemerintah segera akan melakukan percepatan proses renegosiasi kontrak harga jual gas Kilang Tangguh di Papua kepada Kontraktor Fujiyan dari China.

"Kami akan mempercepatnya (renegosiasi kontrak tangguh)," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Widjajono Partowidagdo di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Lebih lanjut disampaikannya, sejauh ini proses renegosiasi ini dilakukan sesuai dengan klausul kontrak. Dapat diketahui dalam aturannya renegosiasi kontrak dilakukan empat tahun sekali dan dilakukan terakhir di tahun 2010 lalu.

"Delapan persen total penerimaan negara dari ekspor migas dari Tangguh dan 50 persen dari ekspor gas secara keseluruhan," tambahnya.

Kementerian ESDM sebelumnya telah membentuk tim renegosiasi di awal tahun ini. Tim tersebut akan bekerja untuk mengkaji ulang harga jual gas Tangguh ke China sesuai dengan klausul.

Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Rudi Rubiandini, sebelumnya sudah menyatakan, BP Migas mendukung penuh niat pemerintah untuk melakukan renegosiasi secepatnya. Dukungan tersebut sudah dimulai dengan pemberian data yang diperlukan bagi kepentingan pemerintah.

"Jika pemerintah ingin bisa mencapai kesepakatan harga LNG Tangguh tahun depan, pemerintah harus memulai renegosiasi maksimal pertengahan tahun ini. Biasanya, pembahasan harga berlangsung selama enam bulan. Kalau ingin ada keputusan tahun depan, pertengahan tahun harus mulai,” ujar Rudi. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
24 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
42 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Infografis
Gaza Harus Diperlakukan...
Gaza Harus Diperlakukan seperti Jepang dan Jerman setelah PD II
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved