ISAT incar pelanggan data capai 80%

Selasa, 17 April 2012 - 18:40 WIB
ISAT incar pelanggan...
ISAT incar pelanggan data capai 80%
A A A
Sindonews.com - Bisnis telekomunikasi khususnya di bidang layanan data yang semakin ketat. Beberapa provider mulai beradu untuk merebut pelanggan di layanan ini. Tak ketinggalan, PT Indosat Tbk (ISAT) berupaya melakukan penambahan pelanggan data hingga 80 persen dari total 51,7 juta.

"Saat ini, pelanggan layanan data hanya 60 persen," kata Kepala Divisi Humas PT Indosat Djarot Handoko kepada Wartawan dalam uji jaringan Indosat di Surabaya, Selasa (17/4/2012).

Ia optimis target tersebut dapat tercapai menyusul adanya moderenisasi sejumlah jaringan. Saat ini, Base Transceiver Station (BTS) milik Indosat mencapai 19.253 unit. Jumlah tersebut meningkat 12,8 persen dibanding tahun 2010. Dan sebanyak 3.437 unit BTS merupakan jaringan 3G. Sisanya, berjaringan 2G. Sementara untuk propinsi Jawa Timur terdapat 2.483 unit BTS dengan jaringan 2G dan 522 unit jaringan 3G.

“Tahun ini, proyeksi kami lebih pada peningkatan layanan data. Sebab, tren bisnis telekomunikasi sudah mengarah ke sana,” kata pria berkacamata ini.

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk besaran Average Revenue Per User (ARPU) atau pengeluaran rata-rata pelanggan secara grup (Mentari, Matrix dan IM3) untuk pelanggan pra bayar mencapai Rp25.700 dan Rp206.400 untuk pascabayar.

Di tempat yang sama Division Head Technical Operation PT Indosat Tbk Area Jawa Timur (Jatim), Bali, Nusa Tenggara (Nusra) Gesang Putri Agung menambahkan, selama 2011 jumlah pelanggannya mencapai 11 juta atau meningkat 29 persen dibanding tahun 2010.

Dari jumlah tersebut 60 persen adalah pelanggan layanan data. Sisanya adalah pengguna layanan telepon dan SMS. “Pelanggan data kami cukup besar karena BTS kami berada di pelosok daerah yang jauh dari kota,” tambahnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
8 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
37 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Kepada Amerika Serikat,...
Kepada Amerika Serikat, Israel Berjanji Incar Situs Militer Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved