Produsen ponsel diminta bangun pabrik di dalam negeri

Selasa, 17 April 2012 - 18:50 WIB
Produsen ponsel diminta...
Produsen ponsel diminta bangun pabrik di dalam negeri
A A A
Sindonews.com - Produsen telepon seluler (ponsel) didorong untuk membangun pabrik di dalam negeri. Hal ini diupayakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk menggairahkan industri ponsel di Indonesia.

"Dengan demikian, ponsel segera banyak diproduksi di Indonesia," ujar Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi usai pembukaan Pameran dan Seminar Produk Industri Elektronika dan Telematika, di Kemenperin, Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Dia menambahkan, produsen ponsel harus mematuhi ketentuan sesuai Undang-Undang (UU) tentang Perlindungan Konsumen Nomor 8/1999 yakni harus memiliki after sales service di dalam negeri.

"Seharusnya pasar Indonesia itu harus ada networking after sales sesuai UU Perlindungan Konsumen. Kita akan coba lebih keras lagi giring produsen ponsel untuk bangun pabrik di sini," ucapnya.

Budi menyebutkan, sejumlah bagian dari ponsel seperti baterai, casing, keypad, layar, dan charger ponsel sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Namun, kata dia, Integrated Circuit (IC) belum bisa diproduksi. Bahkan, kata dia, saat ini baru sedikit negara yang mampu memproduksi IC, seperti Taiwan dan Eropa.

"Jadi, untuk saat ini kalau mau memproduksi ponsel di Indonesia, kita harus impor IC dulu," ucapnya.

Budi menuturkan, saat ini baru ada dua produsen ponsel yang sudah memproduksi di dalam negeri, yakni PT Hartono Istana Teknologi dengan merek Polytron dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) dengan merek IMO.

"IMO pabriknya pindah dari China ke Indonesia lalu yang memproduksinya itu PT Inti. Tapi itu masih kurang. Kita mau lebih banyak lagi yang produksi di sini," tuturnya.

Pemerintah, kata dia, akan memberikan insentif bagi produsen ponsel yang ingin berinvestasi di Indonesia. Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga akan mencarikan partner lokal untuk ikut berinvestasi.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Bagian Regional IT Center of Excellence (RICE) PT Inti Gerhard Simanjuntak mengatakan, saat ini, Inti sudah memproduksi IMO sebanyak 500 unit per hari. Jumlah itu terus mengalami kenaikan secara bertahap. Ketika baru membangun pabrik di Bandung, Jawa Barat, kata dia, IMO hanya diproduksi 75 unit. Dia menjelaskan, dua bulan mendatang, PT Inti akan memproduksi tablet.

"Pabrik tidak hanya begitu saja pindah ke sini. Tapi yang penting lebih baik kegiatan produksinya dilakukan oleh Inti. Kita baru assembling," jelasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
2 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
3 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
3 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
3 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Gedung...
Arab Saudi Bangun Gedung Pencakar Langit Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved