Tarik ulur politik bikin kebijakan BBM sering mental
Sabtu, 21 April 2012 - 14:04 WIB
Tarik ulur politik bikin kebijakan BBM sering mental
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Ekonomi Ikhsan Modjo menilai permasalahan kebijakan tentang BBM bersubsidi, merupakan tarik ulur politik belaka. Sehingga, konsep yang sudah dirancang pemerintah, sering mental.
"Tarik ulur politik yang menyebabkan berantakan seperti ini. Konsep yang matang atau setengah matang menjadi mentah kembali,"ujar Ikhsan dalam acara Polemik, Sindoradio,di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (21/4/2012).
Dia mengaku, mengamati perkembangan wacana BBM dari beberapa waktu lalu. Dia menilai apa yang terjadi saat ini lucu.
"Ini sebenarnya lucu, saya perhatikan, waktu mau pembatasan, semua orang ngomong naikkan harga BBM. Tapi ketika Maret lalu, pada balik badan semua. Semua partai ngomong naikan harga, pengamat juga begitu. Ketika mau dieksekusi, ya tunda dulu,"paparnya.
Pengamat yang juga anggota Partai Demokrat tersebut, juga mempertanyakan, siapa yang sebenarnya tidak konsisten. "Sekarang ada opsi pengendalian, lah malah ditolak lagi. Sebenarnya yang tidak knsisten itu siapa?,"tegas Ikhsan.
Konsep pembatasan sedang dikaji oleh pemerintah. Keputusan akan diambil pada saat Sidang Kabinet yang dijadwalkan 24 April mendatang.
Sebagaimana diketahui, kali ini Pemerintah serius untuk menggodok aturan pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Untuk itu, dalam rapat kabinet tanggal 24 April 2012 mendatang, rencana tersebut akan dibahas bersama.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, hal tersebut dilakukan guna menjaga kesehatan fiskal agar tetap terjaga sehat. "Tapi ini pengendalian dan kita sedang godok Insya Allah selesai dalam waktu dekat ini," ungkapnya kala ditemui dikantornya, kemarin.
Nantinya, dia mengatakan, akan ada sejumlah kebijakan untuk menjaga fiskal dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, juga menjaga inflasi yang rendah.
"Selain itu, investasi juga harus terjaga dan ada kebijakan yang dikeluarkan, nanti pak presiden akan kita sampaikan dalam pidato dan akan ada paparan final. Saya juga akan paparkan dalam rapat kebinet tanggal 24 ini," jelas dia.
"Tarik ulur politik yang menyebabkan berantakan seperti ini. Konsep yang matang atau setengah matang menjadi mentah kembali,"ujar Ikhsan dalam acara Polemik, Sindoradio,di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (21/4/2012).
Dia mengaku, mengamati perkembangan wacana BBM dari beberapa waktu lalu. Dia menilai apa yang terjadi saat ini lucu.
"Ini sebenarnya lucu, saya perhatikan, waktu mau pembatasan, semua orang ngomong naikkan harga BBM. Tapi ketika Maret lalu, pada balik badan semua. Semua partai ngomong naikan harga, pengamat juga begitu. Ketika mau dieksekusi, ya tunda dulu,"paparnya.
Pengamat yang juga anggota Partai Demokrat tersebut, juga mempertanyakan, siapa yang sebenarnya tidak konsisten. "Sekarang ada opsi pengendalian, lah malah ditolak lagi. Sebenarnya yang tidak knsisten itu siapa?,"tegas Ikhsan.
Konsep pembatasan sedang dikaji oleh pemerintah. Keputusan akan diambil pada saat Sidang Kabinet yang dijadwalkan 24 April mendatang.
Sebagaimana diketahui, kali ini Pemerintah serius untuk menggodok aturan pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Untuk itu, dalam rapat kabinet tanggal 24 April 2012 mendatang, rencana tersebut akan dibahas bersama.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, hal tersebut dilakukan guna menjaga kesehatan fiskal agar tetap terjaga sehat. "Tapi ini pengendalian dan kita sedang godok Insya Allah selesai dalam waktu dekat ini," ungkapnya kala ditemui dikantornya, kemarin.
Nantinya, dia mengatakan, akan ada sejumlah kebijakan untuk menjaga fiskal dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, juga menjaga inflasi yang rendah.
"Selain itu, investasi juga harus terjaga dan ada kebijakan yang dikeluarkan, nanti pak presiden akan kita sampaikan dalam pidato dan akan ada paparan final. Saya juga akan paparkan dalam rapat kebinet tanggal 24 ini," jelas dia.
()