G20 nilai perdagangan didominasi negara maju

Selasa, 24 April 2012 - 15:36 WIB
G20 nilai perdagangan...
G20 nilai perdagangan didominasi negara maju
A A A
Sindonews.com - Indonesia bersama negara-negara berkembang lainnya dalam pertemuan G20 secara tegas menyatakan bahwa pembukaan pasar tidak serta merta akan mendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja.

Sikap tersebut seiring dengan pemahaman "global value chains" yang menjadi pembahasan utama dalam pertemuan di Meksiko 20 April lalu. Negara berkembang merasa negara maju terlalu mendominasi dalam perdagangan sehingga, keuntungan dirasakan sepihak.

"Ada sejumlah kondisi yang harus terpenuhi agar negara berkembang dan negara kurang berkembang dapat mengambil manfaat maksimal dari pembukaan pasar dan berpartisipasi penuh dalam global value chains," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Gita menambahkan, diskusi mengenai mata rantai global tidak dapat difokuskan pada sektor tertentu saja dan bahwa kepentingan khusus negara berkembang tidak dapat diabaikan. "Pembahasan mengenai global value chains harus seimbang untuk mencerminkan kepentingan negara maju dan berkembang secara proporsional," jelasnya.

Menurut Gita, hal penting bagi negara berkembang adalah pertama, dimasukkannya pertanian dalam pembahasan sebagai sektor penting pendorong pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Kemudian yang kedua adalah tersedianya policy space untuk melakukan penyesuaian kebijakan dan mengatasi tantangan pembangunan yang memerlukan keberpihakan.

"Selanjutnya aspirasi untuk merambah naik dalam mata rantai perdagangan dari penyedia bahan baku menjadi pengolah bahan antara dan produk akhir sehingga negara berkembang seperti Indonesia ikut menikmati nilai tambah dalam mata rantai perdagangan," tandasnya.

Pada pertemuan ini disepakati dimana dalam mata rantai, sektor jasa, pembiayaan dan fasilitasi perdagangan memainkan peran kunci sebagai “pelumas” bagi kelancaran “global value chains”. Atas dasar pemikiran ini, maka sebagian besar anggota G20 khususnya dari negara maju berpendapat bahwa narasi perdagangan “export is good, import is bad” perlu diubah dengan meminimalkan langkah-langkah proteksionisme di bidang barang dan jasa serta memperkuat pembiayaan dan fasilitasi perdagangan. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
5 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved