Fokus LNG ke domestik dorong pertumbuhan ekonomi

Selasa, 24 April 2012 - 18:21 WIB
Fokus LNG ke domestik...
Fokus LNG ke domestik dorong pertumbuhan ekonomi
A A A


Sindonews.com - Adanya perubahan paradigma pemerintah di bidang gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) yang tidak hanya berorientasi ekspor namun juga fokus pada domestik akan berdampak positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pernyataan pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menegaskan, adanya perubahan cara berfikir yang tidak hanya menggenjot LNG untuk pasar ekspor, namun juga fokus domestik, hal itu disambut positif pelaku bisnis LNG tanah air.

"Kalau melihat statemen Pak Satya Wirayudha (anggota Komisi VII DPR-RI), bahwa ada perubahan paradigma dari semula revenue base menjadi economic growth itu sangat bagus sekali," kata President Director Pertamina Gas, Gunung Sardjono Hadi di sela "2nd Annual LNG Transport, Handling and Storage", di Kuta, Bali, Selasa (24/4/2012).

Artinya, kalau dahulu orang menganggap LNG lebih terfokus pada ekspor, namun sekarang sudah mulai melirik pasar domestik. Hal itu akan berdampak positif untuk menumbuhkembangkan ekonomi domestik. Karena tidak hanya pada fokus revenue base tetapi juga pertumbuhan ekonomi.

"Menurut saya ini perubahan mainset yang bagus, artinya angin segar bagi pelaku industri yang membutuhkan LNG. Ke depan kita berharap LNG tidak hanya diekspor tetapi juga sebagaian untuk domestik," tegasnya dalam pertemuan yang didukung "all event dan geo energi" tersebut.

Untuk melihat kebutuhan LNG saat ini, kata Gunung, haruslah secara komprehensif. Jika dikombinasikan dengan "pipe gas", maka kebutuhan LNG di Jawa Barat, Jateng, Jatim saat ini relatif dapat terpenuhi. Menyoal regulasi pemerintah di bidang LNG yang perlu diperbaiki menyangkut kebijakan harga yang diharapkan bisa menolong dunia usaha.

Sementara dalam pertemuan yang berlangsung dua hari di Kuta Bali, dihadiri kalangan pemerintah seperti BUMN, swasta dan pelaku usaha LNG dalam dan luar negeri membahas berbagai hal.

Gunung menyatakan, pertemuan dimaksudkan sebagai media sharing bagi pelaku bisnis LNG dan antar stakeholder, guna mendengarkan berbagai kebijakan pemerintah seperti dari ESDM, HPP MIgas.

"Para pelaku bisnis LNG bisa mendengar langsung kebijakan produser dari total LNG dan melihat perkembangan teknologi infrastruktur, berbagi pengalaman lainnya serta melihat update project yang sudah berkembang saat ini," tutupnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
5 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
5 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
6 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved