Sisa saham Garuda dilepas pekan depan
Rabu, 25 April 2012 - 09:46 WIB
Sisa saham Garuda dilepas pekan depan
A
A
A
Sindonews.com - Tiga sekuritas pelat merah yang menyerap sisa saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) saat penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) akan melepas saham BUMN penerbangan tersebut pada awal pekan depan. Sisa saham Garuda tersebut dipastikan akan dilepas bersamaan.
Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa Parikesit Suprapto mengatakan, pelepasan sisa saham Garuda tersebut merupakan aksi korporasi perusahaan. “Bulan ini dilepas. Mereka pasti dilepas bareng-bareng,” kata Parikesit di Jakarta kemarin.
Dia menuturkan, Morgan Stanley selaku penasihat keuangan (financial advisor) harga saham Garuda yang disimpan di PT Danareksa, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities, telah menawarkan saham tersebut kepada investor domestik.
Saham penerbangan sudah ditawarkan pada pekan lalu. Adapun metode pelepasan saham tersebut diserahkan kepada ketiga perusahaan sekuritas BUMN. Selain tiga sekuritas tersebut yang melepas saham, Parikesit mengungkapkan satu sekuritas lain yang menyerap sisa saham Garuda, yakni PT BNI Securities, juga akan melepasnya bersamaan dengan tiga sekuritas BUMN lainnya.
Sementara untuk PT Angkasa Pura (AP), dia mengaku belum bisa memastikan apakah akan dilepas bersamaan. Direktur Morgan Stanley Oki Ramadhan enggan mengungkapkan proses transaksi penjualan saham Garuda. “Kami terikat perjanjian konfidensial,” kata dia.
Disinggung mengenai waktu pelepasan saham dan investor yang sudah mengajukan penawaran, Oki juga enggan berkomentar. Dia menyerahkan hal tersebut untuk dijawab oleh penjamin emisi, dalam hal ini ketiga sekuritas pelat merah.
Direktur Utama PT Danareksa Edgar Ekaputra juga enggan berkomentar mengenai hal tersebut. Namun, dia berharap sisa saham di tiga sekuritas pelat merah bisa segera dilepas. “Insya Allah,bisa akhir minggu ini sudah selesai,” ujar dia.
Sementara itu, porsi kepemilikan saham Garuda saat ini adalah pemerintah sebanyak 69,14 persen atau setara 15,65 miliar lembar saham. Sementara PT Bahana Securities memiliki 4,37 persen saham atau setara 990.446.725 saham, PT Danareksa Sekuritas dan PT Danareksa dengan kepemilikan masing-masing 2,21 persen atau setara 499.306.500 lembar saham, dan PT Mandiri Sekuritas memiliki sekitar 472.723.500 lembar saham atau 2,09 persen saham.
Adapun PT Angkasa Pura II memiliki 1,78 persen saham atau setara 403.634.000 lembar saham dan PT AP I dengan porsi 1,1 persen atau sekitar 248.496.000 lembar saham.Dengan demikian, total saham yang dipegang tiga sekuritas tersebut sebanyak 10,88 persen atau setara 2,46 miliar lembar saham. (ank)
Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa Parikesit Suprapto mengatakan, pelepasan sisa saham Garuda tersebut merupakan aksi korporasi perusahaan. “Bulan ini dilepas. Mereka pasti dilepas bareng-bareng,” kata Parikesit di Jakarta kemarin.
Dia menuturkan, Morgan Stanley selaku penasihat keuangan (financial advisor) harga saham Garuda yang disimpan di PT Danareksa, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities, telah menawarkan saham tersebut kepada investor domestik.
Saham penerbangan sudah ditawarkan pada pekan lalu. Adapun metode pelepasan saham tersebut diserahkan kepada ketiga perusahaan sekuritas BUMN. Selain tiga sekuritas tersebut yang melepas saham, Parikesit mengungkapkan satu sekuritas lain yang menyerap sisa saham Garuda, yakni PT BNI Securities, juga akan melepasnya bersamaan dengan tiga sekuritas BUMN lainnya.
Sementara untuk PT Angkasa Pura (AP), dia mengaku belum bisa memastikan apakah akan dilepas bersamaan. Direktur Morgan Stanley Oki Ramadhan enggan mengungkapkan proses transaksi penjualan saham Garuda. “Kami terikat perjanjian konfidensial,” kata dia.
Disinggung mengenai waktu pelepasan saham dan investor yang sudah mengajukan penawaran, Oki juga enggan berkomentar. Dia menyerahkan hal tersebut untuk dijawab oleh penjamin emisi, dalam hal ini ketiga sekuritas pelat merah.
Direktur Utama PT Danareksa Edgar Ekaputra juga enggan berkomentar mengenai hal tersebut. Namun, dia berharap sisa saham di tiga sekuritas pelat merah bisa segera dilepas. “Insya Allah,bisa akhir minggu ini sudah selesai,” ujar dia.
Sementara itu, porsi kepemilikan saham Garuda saat ini adalah pemerintah sebanyak 69,14 persen atau setara 15,65 miliar lembar saham. Sementara PT Bahana Securities memiliki 4,37 persen saham atau setara 990.446.725 saham, PT Danareksa Sekuritas dan PT Danareksa dengan kepemilikan masing-masing 2,21 persen atau setara 499.306.500 lembar saham, dan PT Mandiri Sekuritas memiliki sekitar 472.723.500 lembar saham atau 2,09 persen saham.
Adapun PT Angkasa Pura II memiliki 1,78 persen saham atau setara 403.634.000 lembar saham dan PT AP I dengan porsi 1,1 persen atau sekitar 248.496.000 lembar saham.Dengan demikian, total saham yang dipegang tiga sekuritas tersebut sebanyak 10,88 persen atau setara 2,46 miliar lembar saham. (ank)
()