Penggunaan BBM nonsubsidi justru bebani APBD

Rabu, 25 April 2012 - 16:06 WIB
Penggunaan BBM nonsubsidi...
Penggunaan BBM nonsubsidi justru bebani APBD
A A A
Sindonews.com - Intruksi pemerintah pusat yang mewajibkan kendaraan dinas menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax atau non subsidi, tidak hanya dianggap membingungkan, tapi dipastikan akan membebani anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

Wajibnya kendaraan dinas menggunakan BBM non subsidi, pun dianggap tidak akan menyelesaikan masalah penghematan. Penggunaan BBM non subsidi bagi mobil dinas, merupakan instruksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait penghematan energi yang diberlakukan secara bertahap. Tahap awal di Pulau Jawa dan Bali, dan akan berlaku di seluruh Indonesia pada Mei 2012 mendatang.

Anggota DPRD dari komisi II H Kaharuddin mengaku bingung dengan aturan dan kebijakan pemerintah pusat yang tidak konsisten lantaran kerap berubah-ubah. Termasuk keharusan mobil plat merah menggunakan BBM tanpa subsidi.

"Kita juga masih bingung karena kami belum menerima petunjuk teknis terkait rencana pemerintah pusat tersebut. Belum jelas bagaimana teknis pengadaannya nanti," kata Anggota DPRD dari komisi II H Kaharuddin, Rabu (25/4/2012).

Penggunakan Petramax bagi mobil dinas, kata legislator Golkar ini, tidak hanya akan membebani tapi juga akan mengacaukan APBD. Pasalnya, kata dia, akan terjadi pembengkakan pada APBD lantaran biaya BBM yang telah dianggarkan pada APBD untuk tahun 2012, menggunakan standar Rp4.500 perliter.

"Bukannya menghemat, penggunaan Petramax untuk mobil dinas justru akan berdampak pada APBD. Jelas saja untuk menutupi kekurangan dana atas peralihan penggunaan BBM bersubsidi ke BBM tanpa subsidi, akan menguras anggaran pada APBD perubahan. Dan seluruh daerah akan mengalami hal yang sama," katanya.

Kendaraan dinas dengan BBM non subsidi, kata Kaharuddin lagi, akan mengakibatkan pembengkakan anggaran. Praktis, katanya lagi, alasan penghematan yang disampaikan pemerintah pusat, akan patah seiring semakin besarnya patokan anggaran yang akan diposting pada APBD untuk kebutuhan BBM.

"Jangan berharap kebijakan ini bisa mengatasi masalah penghematan. Tapi yang akan terjadi justru sebaliknya karena tentu itu juga akan berdampak pada kinerja aparatur," tegasnya.

Terpisah, Kabag Umum Pemkot Parepare Andi Lufti mengaku belum mengetahui secara tehnis penerapan penggunaan BBM Petramax untuk kendaraan dinas dalam lingkup Sekretariat Pemkot Parepare.

"Kami belum tahu pasti soal itu. Karena kami juga belum menerima petunjuk tehnis terkait penggunaan BBM non subsidi untuk seluruh mobil dinas," tandasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
59 menit yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
1 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
1 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
1 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
2 jam yang lalu
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
11 jam yang lalu
Infografis
Tolak Beli TikTok, Elon...
Tolak Beli TikTok, Elon Musk Justru Tertarik Memiliki OpenAI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved