Produk Bandung bisa garap pasar Eropa

Kamis, 26 April 2012 - 17:14 WIB
Produk Bandung bisa...
Produk Bandung bisa garap pasar Eropa
A A A


Sindonews.com - Produk Bandung berpotensi masuk pangsa pasar Uni Eropa dengan akan dibukanya hubungan kerja sama Indonesia-Uni Eropa melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Ketua Kadin Kota Bandung Deden Y Hidayat mengatakan, hubungan kerja sama Indonesia-Uni Eropa yang saat ini masih digagas, bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha asal Bandung untuk memperluas pangsa pasar ke kawasan Eropa. Produk-produk yang berpotensi dikembangkan di antaranya tekstil dan produk tekstil (TPT), sepatu, kuliner, aksesoris, kerajinan, dan lainnya.

“Produk TPT termasuk salah satu sektor yang sangat potensial masuk ke pasar Eropa. Namun demikian, produk lainnya juga memiliki peluang yang sama,” jelas Deden Y Hidayat di Bandung, Kamis (26/4/2012).

Pengusaha Bandung, juga bisa memanfaatkan produk dari luar Bandung untuk dikemas dan di perdagangkan di Eropa. Menurut dia, produk dari Indonesia lebih berpeluang masuk pasar Eropa ketimbang ke negera lainnya. Apalagi, daya beli penduduk Eropa cukup tinggi. Kondisi tersebut, ditopang oleh pendapatan per kapita yang cukup besar. Walaupun, sejumlah negara di Eropa mengalami krisis, hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

Tapi, untuk bisa tembus ke pasar Eropa, pengusaha Bandung harus memenuhi standar kualitas produk sesuai klasifikasi yang mereka harapkan. “Sebelum menyasar market Eropa, standar kualitas produk harus diperbaiki. Ini menjadi tantangan bagi pengusaha kita, ditengah semakin mahalnya bahan baku produk,” timpal dia.

Ketika disinggung adanya kekhawatiran sejumlah kalangan terhadap kerjasama Indonesia-Uni Eropa, Deden mengaku, kerja sama tersebut tidak akan berdampak negatif apabila, pengusaha Indonesia telah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari. Apalagi, kerja sama perdagangan kedua Negara, direncanakan mulai tahun 2015.

“Kalau pengusaha kita siap, justru akan mendatangkan keuntungan bagi ekonomi Indonesia. Saya kira, kejadiannya tidak akan seperti perdagangan Indonesia-Cina. Karena, saat ini kita akan lebih siap,” pungkas dia.

Namun demikian, Kadin Kota Bandung berharap, pemerintah lebih bijak dalam menentukan poin-poin kerja sama perdagangan Indonesia-Uni Eropa, agar menguntungkan kedua belah pihak. Hal itu penting, untuk melindungi produk dalam negeri dari gempuran produk impor. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved