Kolaborasi kunci penting majukan sektor migas RI

Kamis, 26 April 2012 - 17:41 WIB
Kolaborasi kunci penting...
Kolaborasi kunci penting majukan sektor migas RI
A A A
Sindonews.com - Guna memaksimalkan potensi sektor minyak dan gas Indonesia, agar mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dinilai masih menyisakan banyak hal yang harus dibenahi.

"Kolaborasi dan kerja sama antar pemangku kepentingan merupakan kunci penting untuk mengatasi tantangan industri dalam meningkatkan produksi minyak dan gas Indonesia," ujar President Indonesian Petroleum Association (IPA) Elisabeth Proust, dalam siaran persnya, Kamis (26/4/2012).

Sebagaimana diketahui, pada 2011 Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,5 persen. Sektor energi memiliki peranan sangat penting untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan sebagaimana ditargetkan pemerintah Indonesia.

Oleh karena itu, IPA sangat terbuka untuk bekerja sama dan bahu-membahu dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan bersama. "Yaitu mendorong industri minyak dan gas, agar dapat melakukan investasi eksplorasi yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan ketersediaan energi Indonesia di masa mendatang," tambah Elisabeth.

Dia menjelaskan, bagi Indonesia, sektor minyak dan gas merupakan penggerak utama perekonomian negara, dan juga merupakan kunci pertumbuhan ekonomi di masa depan. Pada 2011, sektor ini menyumbang tujuh persen dari PDB Indonesia dan memberikan kontribusi 21 persen dari total pendapatan negara.

Sektor migas juga memberikan lapangan kerja langsung bagi lebih dari 300 ribu pekerja Indonesia serta lapangan kerja tidak langsung yang tak terhingga jumlahnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, setiap tahunnya industri minyak dan gas setidaknya menyumbangkan hampir USD16 miliar dalam bentuk investasi langsung, ditambah investasi yang disalurkan melalui kegiatan-kegiatan Tanggung Jawab Sosial Korporasi (CSR) yang dilaksanakan dengan ekstensif.

Melalui kegiatan CSR, industri minyak dan gas berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan berfokus pada empat pilar utama, yaitu pemberdayaan ekonomi, pendidikan, infrastruktur dan kesehatan. Investasi sosial ini memberi manfaat tidak saja bagi masyarakat di sekitar area operasi perusahaan minyak dan gas, namun juga masyarakat Indonesia secara luas.

Menurutnya, Indonesia menyediakan potensi cadangan minyak dan gas, baik konvensional dan inkonvensional serta energi lain seperti energi terbarukan.

Selain itu, dia mengungkapkan industri perlu melakukan eksplorasi untuk mengembangkan dan memproduksi minyak dan gas di lokasi-lokasi yang semakin sulit dijangkau demi memenuhi kebutuhan energi dalam negeri serta menghasilkan pendapatan ekspor bernilai tinggi. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
12 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
13 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved