Wapres: Saat ini RI punya 3 masalah krusial
Kamis, 26 April 2012 - 19:21 WIB
Wapres: Saat ini RI punya 3 masalah krusial
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Presiden Boediono mengungkapkan tiga poin yang dirasa krusial untuk dilaksanakan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Atas masalah itu, dibutuhkan koordinasi yang cukup intensif untuk menciptakan hasil yang lebih baik.
Pertama terkait dengan rencana pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Dia menuturkan, rencana itu tinggal selangkah lagi untuk dimatangkan. Baik sekarang ataupun nanti ketika diimplementasikan bersama pemerintah daerah, rencana itu diharapkan mencapai target.
"Tidak bisa tidak, kita harus laksanakan sistem pembatasan. Kita tidak ingin masyarakat kaget. Maka itu nanti ada sosialisasi. Kendalanya nanti dan masih jadi masalah adalah hal-hal yang timbul d lapangan. Maka itu pemda juga harus ikut serta mendukung kebijakan ini, karena juga amanat undang-undang," papar Boediono dalam kata sambutannya menutup acara Musrenbangnas 2012, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/4/2012).
Selain pengendalian dengan rencana teknis yang sudah diwacanakan, pemerintah daerah juga diminta untuk membantu menutup jalur penyelundupan yang saat ini marak terjadi, terutama di daerah-daerah yang rawan.
"Perembesan dan penyelundupan akan meningkat. Seiring dengan disparitas harga. Maka itu kita kendalikan. Sangat sayang memang satu liter mengandung subsidi dengan harga sekarang 5 ribu, tapi itu memang sekarang. Waktu yang akan datang bisa kita gunakan bertahap. Sekarang vo lumenya saja yang kita batasi," jelasnya.
Kemudian pada poin kedua, Boediono mengangkat persoalan infrastruktur. Dia menganggap ini merupakan masalah nasional sehingga mesti dikerjakan secara bersama-sama. Dalam proyeksinya potensi Indonesia ditargetkan dapat melebihi China.
"Saya mohonkan dengan sangat, jika ada proyek jalan infrastruktur, mohon dipercepat birokrasi seperti izin dan lahan. Saya dengar ngurus SPBG butuh 17 izin. Mari sama-sama demi negara kita, secara nasional jangan ketinggalan potensi kita. Infrastruktur kendala sangat jelas, bukan soal duit saja. Kalau itu kita longgarkan, pertumbuhan akan lebih dari 6,5 persen. Mari sama-sama kita atasi. Apapun yang kita laksanakan, untuk negara tidak hanya pada 1 atau 2 daerah," paparnya.
Selanjutnya, Boediono menyatakan satu hal krusial terakhir adalah kemiskinan. Apapun program yang dilaksanakan, baik yang sudah ataupun akan, maka akan berujung kepada manusia. Dia mengatakan, kunci penting pengentasan kemiskinan adalah kordinasi antara pusat dan daerah. Sehingga fokus sasaran akan tertuju dengan tepat.
"Karena tujuan akhir dari ini semua adalah manusia. Program pusat banyak sekali, dan daerah juga banyak sekali inovasi, mari kita koordinasikan, agar hasilnya lebih bagus. Jadi kerjaan yang dilaksanakan selaras. Kalau diarahkan pada sasaran yang sama, maka hasilnya berlipat," pungkasnya. (bro)
()