PLN investasikan Rp993 miliar untuk industri

Rabu, 02 Mei 2012 - 16:21 WIB
PLN investasikan Rp993...
PLN investasikan Rp993 miliar untuk industri
A A A


Sindonews.com - PT PLN (Persero) Distribusi Jabar dan Banten (DJBB) berencana menambah belanja modal senilai Rp993 miliar untuk membangun jaringan layanan premium bagi pelanggan industri.

Rencana belanja modal dengan nilai hampir mencapai Rp1 triliun itu, ditegaskan Deputy Manager Komunikasi PLN DJBB, Adang Dzarkasih di Bandung, Rabu (2/5/2012). Menurut dia, belanja modal dalam bentuk investasi tersebut sejalan dengan rencana penambahan 24 pelanggan baru dari sektor industri.

"Ada sekitar 24 pelanggan baru dari kalangan industri, yang pada tahun ini akan kami layani pasokan listriknya. Mereka akan menggunakan listrik berkapasitas rata rata 12 MVA sampai 280 MVA," jelas Adang Dzarkasih kepada wartawan.

24 pelanggan baru tersebut berada pada kawasan Industri di sekitar Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan daerah lainnya. Mengingat penggunaan kapasitas listrik yang cukup besar itu, lanjut dia, diperlukan kekuatan jaringan untuk menjamin pasokan listrik yang aman. Seperti menjamin kelengkapan insfrastruktur gardu, jaringan tegangan menengah, trafo dan lainnya.

Saat ini, lanjut dia, proses pemasangan sejumlah peralatan listrik premium telah berjalan. PLN sendiri mempercepat proses tersebut, dari yang sebelumnya butuh waktu 1,5- 2 tahun untuk mmebangun 1 gardu induk, sekarang bisa jadi 1 tahun.

Menurut dia, investasi tersebut akan memberi keuntungan besar pagi BUMN-nya. Bahkan, kedepannya, koneksitas listrik untuk sejumlah kawasan industri lebih mudah terhubung. Apalagi, Jabar saat ini menjadi provinsi tujuan investasi paling menjanjikan di Indonesia. Kondisi tersebut tentu membutuhkan ketersediaan pasokan energi yang memadai.

Lebih lanjut Adang menjelaskan, jumlah pelanggan industri besar dengan layanan premium di Jabar saat ini mencapai 24 perusahaan. Industri tersebut sebagian besar berada di kota Bekasi, Cilegon, Cirebon, Karawang dan Purwakarta. Dimana mereka bergerak diberbagai sektor bisnis, seperti halnya di bidang industri semen, kimia, ban, tekstil dan otomotif.

Sedangkan jumlah pelanggan industri besar di jabar dengan kapasitas diatas 200 KVA ada sekitar 2912 pelanggan. Pelanggan tersebut mengonsumsi 4 tera watt hour (TWH). Sedangkan dengan kapasitas diatas 30.000 KVA ada 25 pelanggan, dengan konsumsi sekitar 1,6 TWH.

Banyaknya pelanggan industri besar, menyedot sekitar 10,7 TWH per bulan listrik PLN. Atau menguasai sekitar 55,45 persen dari total konsumsi listrik PLN DJBB. Namun demikian hal tersebut tidak mempengaruhi pasokan listrik untuk pelanggan rumah tangga. Saat ini daya mampu PLN mencapai 22.000 MW, sementara beban puncak tertinggi diangka 19.000-20.000 MW. "Pasokan listrik untuk masyarakat masih aman," timpal dia.

Dijelaskan Dzarkasih, jumlah pelanggan PLN DJBB mencapai 9,7 juta pelanggan. Pelanggan industri mencapai 11.911 pelanggan. Dan 2912 diantaranya pelanggan industri besar. Sementara untuk pelanggan rumah tangga jumlahnya mencapai 9,2 juta pelanggan dan pelanggan bisnis mencapai 278 ribu pelanggan. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
14 menit yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
1 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
3 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
5 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
5 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
6 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved