Hatta tak puas pertumbuhan ekonomi 6,3%
Senin, 07 Mei 2012 - 18:21 WIB
Hatta tak puas pertumbuhan ekonomi 6,3%
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan tidak puas terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2012. Pasalnya espektasi sebesar 6,5 persen, namun hanya bisa dicapai 6,3 persen sesuai dengan pengumuman dari Badan Pusat Statistik (BPS) siang tadi.
"Saya sendiri kurang begitu puas karena saya mengharapkan 6,5 persen," ungkap Hatta saat ditemui wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (7/5/2012).
Menurutnya, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi adalah perekonomian dunia yang memang belum dikategorikan membaik. Sehingga berdampak kepada beberapa negara yang harusnya mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, seperti China dan India.
"Ya saya kira 6,3 persen dalam situasi global yang rata-rata mengalami pertumbuhan penurunan dan eropa yang masih seperti itu serta China, India melambat maka kita untuk kuartal pertama seperti ini," jelasnya.
Hatta menuturkan, triwulan pertama juga merupakan sebuah kewajaran terjadi seperti itu. Dia optimis pertumbuhan pada waktu berikutnya akan mengalami akselerasi.
"Tapi biasanya pertumbuhan akan terjadi pada kuartal II berikutnya. Biasanya akan mengalami akselerasi, terutama mungkin spending goverment belum begitu optimal dan kemudian yang kedua kita harus juga menjaga daya beli masyarakat agar konsumsi ini terus keep buying karena ini mendorong pertumbuhan. Saya optimis kuartal II kedepan ini akan jauh lebih baik," papar Hatta.
Pemerintah akan memfokuskan akselerasi pada sektor pembangunan. Selain ada anggaran Rp23 triliun untuk belanja infrastruktur, juga ada dana dari Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang dapat memberikan stimulus lebih.
"Pembanguanan, memang menjadi prioritas kami. Bahwa di dalam anggaran belanja 2012, ada Rp23 triliun tambahan untuk belanja infrastruktur. Lalu sumber dari SAL, jadi saya yakin, sekarang kan belum terbelanjakan. Jika sudah, maka akan jadi stimulus tersendiri, dan itu pada kuartal ke tiga akan terlihat nanti," pungkasnya. (ank)
"Saya sendiri kurang begitu puas karena saya mengharapkan 6,5 persen," ungkap Hatta saat ditemui wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (7/5/2012).
Menurutnya, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi adalah perekonomian dunia yang memang belum dikategorikan membaik. Sehingga berdampak kepada beberapa negara yang harusnya mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, seperti China dan India.
"Ya saya kira 6,3 persen dalam situasi global yang rata-rata mengalami pertumbuhan penurunan dan eropa yang masih seperti itu serta China, India melambat maka kita untuk kuartal pertama seperti ini," jelasnya.
Hatta menuturkan, triwulan pertama juga merupakan sebuah kewajaran terjadi seperti itu. Dia optimis pertumbuhan pada waktu berikutnya akan mengalami akselerasi.
"Tapi biasanya pertumbuhan akan terjadi pada kuartal II berikutnya. Biasanya akan mengalami akselerasi, terutama mungkin spending goverment belum begitu optimal dan kemudian yang kedua kita harus juga menjaga daya beli masyarakat agar konsumsi ini terus keep buying karena ini mendorong pertumbuhan. Saya optimis kuartal II kedepan ini akan jauh lebih baik," papar Hatta.
Pemerintah akan memfokuskan akselerasi pada sektor pembangunan. Selain ada anggaran Rp23 triliun untuk belanja infrastruktur, juga ada dana dari Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang dapat memberikan stimulus lebih.
"Pembanguanan, memang menjadi prioritas kami. Bahwa di dalam anggaran belanja 2012, ada Rp23 triliun tambahan untuk belanja infrastruktur. Lalu sumber dari SAL, jadi saya yakin, sekarang kan belum terbelanjakan. Jika sudah, maka akan jadi stimulus tersendiri, dan itu pada kuartal ke tiga akan terlihat nanti," pungkasnya. (ank)
()