Pertumbuhan ekonomi syariah naik 35%

Selasa, 08 Mei 2012 - 10:14 WIB
Pertumbuhan ekonomi...
Pertumbuhan ekonomi syariah naik 35%
A A A
Sindonews.com – Islamic Development Bank (IDB) menyatakan Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi syariah tertinggi dibanding negara lain di dunia.

Rata-rata pertumbuhan ekonomi syariah global adalah 15–20 persen per tahun, sedangkan pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia rata-rata mencapai 35 persen per tahun. ”Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi syariah terbesar,”ujar Presiden IDB Ahmad Mohammed Ali di Bandung kemarin. Ekonomi syariah akan terus tumbuh karena permintaan di seluruh dunia apalagi setelah krisis ekonomi global 2008.

Sementara, Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyahmengatakan, totalasetekonomi syariah di Indonesia telah mencapai Rp214 triliun. Jumlah tersebut didominasi oleh aset bank syariah yang mencapai 69,5 persen dan sukuk yang mencapai 18,7 persen. ”Kami percaya keuangan syariah akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan mendukung sistem keuangan yang lebih stabil,” ungkap Halim pada acara 2nd Bank Indonesia International Seminar on Islamic Financedi Bandung.

Dia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia berbeda dengan negara lain.Di Indonesia,pembiayaan sektor produktif lebih berkembang sementara di Malaysia dan negara-negara lain lebih menyoroti tentang pasar keuangan. Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meminta perbankan ikut terlibat dalam pengembangan pertanian dengan membantu masalah pembiayaan produksi pertanian.

Pasalnya, pertanian terbilang jarang dilirik oleh perbankan. ”Saya berharap,perbankan juga turut aktif dalam pengembangan dunia pertanian di Jawa Barat,’’ ujar Heryawan usai menghadiri acara 2nd Bank Indonesia Internasional Seminar on Islamic Finance, di Bandung kemarin. Sementara itu,pada periode 2011, penyaluran kredit perbankan syariah di Jabar sebesar Rp5,4 triliun. Tumbuh sekitar 4,43 persen dari tahun lalu.

Namun demikian,Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Bandung Lucky Fathul Aziz Hadibrata mengakui, pembiayaan perbankan syariah belum sesuai target dengan angka pertumbuhan 40 persen.

”Pertumbuhannya belum sesuai harapan. Padahal, beberapa sektor masih sangat mungkin digarap perbankan syariah. Seperti sektor pertanian.Sistem bagi hasil yang ditawarkan perbankan syariah lebih cocok untuk sektor tersebut,” kata Lucky Fathul Aziz Hadibrata di Bandung.

Dia berharap,perluasan pasar perbankan syariah akan memperbesar porsi penyaluran kredit yang terbilang masih kecil. Sampai kini perbankan syariah masih menjadikan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai target pasarnya. Penyaluran kredit bagi pertanian dapat meningkatkan likuiditas kredit bank syariah.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
2 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
3 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
3 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
3 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved