Produk Syariah masih minim

Rabu, 09 Mei 2012 - 10:13 WIB
Produk Syariah masih...
Produk Syariah masih minim
A A A


Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) menilai produk syariah di Indonesia masih tertinggal dibanding negara lain. Ini dikarenakan jenis produk syariah di Indonesia baru ada 18, sedangkan secara global mencapai 46 jenis.

“Minimnya produk tersebut bukan karena perbankan syariah tidak berkembang,namun karena tingkat kesadaran masyarakat terhadap produk syariah masih rendah. Masyarakat masih belum peduli terhadap produk syariah,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Perbankan Syariah Bank Indonesia Edy Setiadi di Bandung, Selasa (8/5/2012) malam.

Edy mengatakan, minimnya produk syariah juga dikarenakan tidak semua produk syariah global dapat diterapkan di Indonesia.

Dia mencontohkan, produk yang ada di Malaysia yaitu tawarruq yang diartikan sebagai seseorang yang membeli barang dengan kredit, namun dijualnya ke orang lain secara tunai. Hal ini belum bisa diterapkan di Indonesia karena produk ini dinilai mengandung unsur spekulatif sehingga masih menjadi perdebatan. “Ini yang harus menjadi bahan acuan bagi perbankan syariah untuk mengembangkan produk syariah,” katanya.

Dalam pengembangannya diharapkan, perbankan syariah dapat menciptakan produk orisinal yang mampu bersaing dengan produk konvensional. BI pun telah membentuk tim yang bertugas mengembangkan produk-produk syariah, terdiri dari bankir perbankan syariah yang memiliki inovasi dalam pengembangan produk.

“Tim tersebut akan mengundang pihak-pihak yang berkepentingan untuk membuat sebuah produk baru yang orisinal dan dapat dipakai seluruh perbankan syariah di Indonesia,” jelas dia. Produk ini tidak harus memiliki nama yang sama di setiap bank, kata Edy, namun yang penting konsepnya sama dengan tujuan yang serupa. “Jadi,nantinya produk syariah tidak harus terus mengekor produk yang berasal dari konvensional,” tutur Edy.

Menurut Edy, produk syariah yang saat ini populer di masyarakat Indonesia adalah produk murabahah, musyarakah, dan mudharabah. Total penjualan produk sebesar Rp109 triliun hingga akhir kuartal pertama,murabahah berkontribusi sekitar Rp61,4 triliun serta musyarakah dan mudharabah memiliki porsi masingmasing sekitar Rp31 triliun. Tahun lalu produk ijarah dan qardh sempat menjadi incaran nasabah, perkembangan keduanya mencapai 80 persen.

Namun, produk qardhtahun ini mengalami penurunan karena terdapat aturan Bank Indonesia yang membatasi jumlah maksimal gadai emas. Sementara, tahun lalu produk qardh berkembang 79 persen. Namun, pada kuartal pertama turun 11 persen bila dibandingkan dengan akhir tahun lalu. “Nilainya turun dari Rp13 triliun menjadi Rp11,4 triliun,” jelas Edy.

Direktur Utama Bank syariah Mandiri (BSM) Yuslam Fauzi mengatakan, pihaknya saat ini tengah menunggu keputusan Bank Indonesia terkait produk baru yang diajukan yaitu interest during plantation. Produk ini diharapkan dapat digunakan di sektor pertanian untuk membantu para petani mendapatkan pembiayaan selama masa tanam. “Kami sudah mengajukan kepada BI dan tinggal menunggu hasilnya,” kata Yuslam. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
46 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
56 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
12 jam yang lalu
Infografis
6 Produk Buatan China...
6 Produk Buatan China yang Digemari Konsumen Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved