Djakarta Lloyd peroleh Rp300 M

Kamis, 10 Mei 2012 - 10:00 WIB
Djakarta Lloyd peroleh...
Djakarta Lloyd peroleh Rp300 M
A A A


Sindonews.com - PT Djakarta Lloyd berhasil meraih kontrak pengiriman batu bara dan bijih nikel masing-masing dari dua BUMN besar, yakni PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Nilai kontrak yang diperoleh badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang kargo perkapalan itu mencapai Rp300 miliar. “Saya berharap kontrak ini menjadi tonggak sejarah proses restrukturisasi Djakarta Lloyd ke arah yang positif setelah berdarah-darah sekian lama,” kata Direktur Utama Djakarta Lloyd Syahril Japarin di Jakarta baru-baru ini.

Djakarta Lloyd mendapat kontrak PLN untuk mengangkut batu bara dari Tarahan (Lampung)-Sibolga (Sumatera Utara) sebanyak 1,2 juta ton per tahun untuk jangka waktu 15 tahun.

Sedangkan dengan Antam, perseroan dipercaya mengangkut 450.000 ton bijih nikel per tahun untuk rute Halmahera-Pomalaa. Syahril mengatakan, potensi pengiriman batu bara untuk memasok pembangkit listrik sebenarnya sangat besar. Setiap tahun PLN membutuhkan batu bara sebanyak 50 juta ton untuk seluruh pembangkitnya.

Menurut dia, jika Djakarta Lloyd mendapat kontrak pengiriman 1 juta ton saja per tahun, nilainya cukup untuk membayar tunggakan gaji karyawan BUMN tersebut. Namun, mendapatkan kontrak kerja perdana juga tidak mudah. Hal itu karena PLN menyaratkan adanya jaminan bank. Padahal, Djakarta Lloyd masuk dalam daftar negatif perbankan.

“Setelah melakukan negosiasi sana-sini, akhirnya kami mendapatkan garansi dengan nilai Rp11,5 miliar, sehingga kontrak PLN dan Antam dapat dilaksanakan,” ujar dia.

Syahril mengatakan, keberhasilan mendapat kontrak dari PLN juga berkat dukungan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang kala itu masih menjabat Direktur Utama PLN, kemudian ditindaklanjuti sampai akhirnya Djakarta Llyod menandatangani letter of intent.

“Keberhasilan meraih kontrak pengiriman kargo dari PLN dan Antam akan menjadi pendapatan signifikan bagi Djakarta Lloyd untuk menutup biaya operasi termasuk menyelesaikan kewajiban terhadap karyawan,” tegasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
21 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
30 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
47 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Rusia Aktifkan Kembali...
Rusia Aktifkan Kembali Pesawat Pengintai M-55 Geophysica
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved