Investasi di Sulsel, Shell ajukan syarat

Kamis, 10 Mei 2012 - 18:01 WIB
Investasi di Sulsel,...
Investasi di Sulsel, Shell ajukan syarat
A A A
Sindonews.com - PT Shell Indonesia berencana berinvestasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam waktu dekat. Namun syarat utama yang disodorkan Shell Indonesia adalah dengan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SBPU) Pertamax sejumlah 25 unit di berbagai lokasi.

“Jika syarat ini bisa dipenuhi, Shell akan betul-betul berinvestasi di Sulsel, mereka sudah punya niat untuk berinvestasi,” ujar Kepala Badan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andi Noorsaman Sommeng kepada media saat ditemui di Grand Clarion Hotel Makassar, Kamis (10/5/2012).

Selain syarat membangun minimal 25 SPBU berlabel Pertamax, Shell juga meminta ada lokasi yang ditunjuk sebagai gudang penyimpanan bahan bakar beserta pelabuhan khusus untuk bongkar muat, seperti milik Pertamina. “Pertanyaanya, bisa tidak pemerintah Sulsel menyanggupi itu,” kata dia.

Selama ini menurut Noorsaman, investor minyak masih lebih banyak berada di pulau Jawa. Khusus untuk Sulsel selama ini, sudah ada satu investor yang menanamkan modalnya, yakni PT AKR Corporindo, tetapi baru sebatas di minyak bersubsidi selebihnya belum ada.

Noorsaman yang ditemui selepas menghadiri sosialisasi Perpres nomor 15/2012 tentang harga jual eceran dan konsumen pengguna jenis BBM tertentu mengatakan, pengendalian BBM bersubsidi membutuhkan persediaan yang memadai, salah satu cara yang bisa ditempuh dengan mengundang investor.

“Pertamina juga harus memiliki cadangan BBM, secara regulasi sepenuhnya telah diserahkan ke pemerintah setempat. Bisa saja kedepannya ada peraturan gubernur soal regulasi penggunaan BBM bersubsidi. Ada dua cara yang bisa ditempuh, melalui jalur teknologi atau non teknologi, contohnya membuat jalur khusus untuk BBM bersubsidi,” ujar Noorsaman.

Sementara itu, General Manager (GM) Fuel Retail Marketing Region VII (Sulawesi) Pertamina, Adi Nugroho yang mendampingi Ketua BPH Migas mengatakan pemerintah Sulsel belum mengamini permintaan Shell soal investasi tersebut, sehingga belum ada tindak lanjut dari pihak Shell.

Padahal menurut dia, jika nantinya SPBU Pertamax dibangun di Sulsel sudah barang tentu, program pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan lebih baik.

Dari total 340 SPBU di Sulawesi, baru 45 persen yang siap menggunakan Pertamax, dan Makassar menyumbang 30 persen dari total itu yang sudah terealisasi. Total SPBU di Makassar sebanyak 40 unit, sudah ada 15 SPBU yang menyediakan Pertamax ditambah satu milik Pertamina sendiri.

Sementara itu kuota premium yang disediakan pemerintah untuk kebutuhan Sulawesi tahun lalu hanya 2,8 juta kilo liter, naik sekitar 7 persen tahun ini menjadi 3,90 juta kilo liter dengan serapan terbesar masih berada di Sulsel sebesar 40 persen. “Ini didukung dengan pertumbuhan ekonomi Sulsel yang kian meninggi,” ujar Adi. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
21 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved