Mobil hibrida akan sulit direalisasikan

Jum'at, 11 Mei 2012 - 13:49 WIB
Mobil hibrida akan sulit...
Mobil hibrida akan sulit direalisasikan
A A A
Sindonews.com - Rencana pemerintah mengembangkan mobil hibrida di dalam negeri sebagai salah satu upaya mengendalikan besarnya konsumsi BBM, diprediksi hanya akan menambah daftar panjang rencana yang tidak diimplementasikan.

"Pertanyaan mendasarnya, mobil tersebut akan dikembangkan sendiri atau akan diimpor juga belum pasti," ungkap Pengamat Perminyakan dari Refor Miner Institute, Komaidi dalam surat elektroniknya seperti dikutip dari okezone, Jumat (11/5/2012).

Menurut Komaidi, jika dilakukan dengan mengimpor, industri automotif belum tentu akan merespons dengan baik. Jika hal ini terjadi, maka Komaidi menyebut rencana ini akan sulit direalisasikan. Namun, jika dikembangkan di dalam negeri, hambatan yang terjadi akan lebih banyak.

"Sedangkan pemberian insentif impor, itu kemajuan. Namun, impor mobil hibrida yang listriknya juga sebagian besar masih menggunakan BBM dan tingkat kepedulian masyarakat kita terhadap isu lingkungan yang masih relatif rendah, saya kira kebijakan tersebut tidak akan mendapat sambutan yang positif," tambah dia.

Sebelumnya, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menyebut mobil hibrida yang berbahan bakar BBM dan listrik harus mulai dikembangkan khususnya bagi mobil-mobil pemerintah. Demi mengembangkan rencana ini, pemerintah berjanji akan memberikan insentif pajak barang mewah. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
18 menit yang lalu
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
28 menit yang lalu
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
1 jam yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
2 jam yang lalu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
2 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
2 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved