Ritel Jabar targetkan pertumbuhan 15%

Jum'at, 18 Mei 2012 - 10:06 WIB
Ritel Jabar targetkan...
Ritel Jabar targetkan pertumbuhan 15%
A A A
Sindonews.com – Pengusaha ritel Jawa Barat menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 15 persen pada triwulan II/2012. Penjualan ritel pada triwulan I/2012 sedikit melambat akibat melemahnya tingkat konsumsi masyarakat.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jabar Hendri Hendarta mengakui, penjualan sektor ritel di Jabar pada triwulan I/2012 mengalami perlambatan dibanding periode sebelumnya. Penjualan pada triwulan tersebut, tercatat tumbuh 10 persen dari ekspektasi penjualan ritel sebesar 15 persen.

“Perlambatan penjualan ritel nyaris terjadi untuk semua komoditi. Seperti makanan, busana, dan kebutuhan rumah tangga,” jelas Hendri Hendarta di Bandung,kemarin.

Dia mengakui, persaingan bisnis pada sektor tersebut menjadi salah satu penyebab melambatnya penjualan ritel, ditengah melambatnya daya beli masyarakat Jabar. Namun demikian, Hendri memperkirakan, belanja masyarakat pada sektor perdagangan ritel akan kembali membaik pada triwulan II/2012. Hendri mencatat, penjualan ritel mulai meningkat sejak April lalu.Kondisi tersebut, diyakini Hendri akan terus bertahan hingga bulan Agustus atau musim Lebaran.

Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) Bandung mencatat perlambatan pada konsumsi rumah tangga di Jabar pada triwulan I/2012. Perlambatan tersebut berpengaruh terhadap laju perekonomian Jabar pada periode tersebut.Menurut laporan BI Bandung, pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga hanya sebesar 5,5 persen (yoy). Sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV/2011 sebesar 5,9 persen.

Penurunan itu, terjadi pada beberapa komoditi makanan dan bukan makanan. Serta pendapatan rumah tangga yang menunjukkan adanya penurunan. Menurut dia, tingginya tingkat inflasi dan menurunnya pendapatan berpengaruh kepada daya beli masyarakat dan pada akhirnya berdampak pada tingkat konsumsinya.

“Melambatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga terlihat pada penurunan indeks keyakinan konsumen (IKK) meniadi pada level 98,4 atau lebih rendah jika dibandingkan dengan keyakinan konsumen pada triwulan IV/2011 yang mencapai 103,6,” jelas Kepala BI Bandung Lucky Fathul Aziz Hadibrata. Lucky mengatakan, angka indeks di bawah 100, menunjukkan sikap pesimis dari konsumen dalam melakukan aktivitas konsumsi.

Salah satu penyebabnya yaitu prediksi bahwa kondisi perekonomian Jabar selama enam bulan ke depan akan menurun.Kondisi tersebut di dorong oleh menurunnya tingkat pendapatan masyarakat, dari 120,5 menjadi 110 pada triwulan I/2012. Masalah lainnya, yaitu ketersediaan lapangan pekerjaan yang diyakini turun dari 92,8 pada triwulan IV/2011 menjadi 82,1 pada triwulan I/2012.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Senin 15 Desember: Indonesia Nyaman di Posisi 2
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved