Libur panjang, hotel di Semarang justru sepi
Jum'at, 18 Mei 2012 - 11:55 WIB
Libur panjang, hotel di Semarang justru sepi
A
A
A
Sindonews.com – Okupansi atau tingkat keterisian hotel di Kota Semarang pada libur long weekendkali ini justru menurun drastis. Ini disebabkan Semarang bukanlah tujuan utama orang untuk menikmati liburan.
Di Hotel Horison misalnya, tingkat pemesanan kamar untuk masa libur akhir pekan ini, sampai Minggu 20 Mei masih cukup rendah. Diperkirakan tingkat hunian saat liburan kali ini hanya 60 persen. Angka itu tidak sebaik hari biasanya yang rata-rata bisa mencapai 85–90 persen. Public Relation Hotel Horison Semarang Hellen Mike menginformasikan, tren yang terjadi selama ini, masa liburan justru menjadi masa paceklik.
Sebab, hotel di kawasan Simpang Lima ini lebih banyak mengandalkan meeting, incentive, convention,and exhibition (pertemuan, insentif,konvensi,dan pameran/MICE) sebagai pendapatan utama. “Semarang ini trennya juga sebagai kota MICE,bukan kota wisata.Jadi pada musim liburan hotel justru sepi.Kalaupun ada tamu keluarga biasanya hanya transit,” ungkapnya kemarin.
Permintaan MICE rata-rata pada hari biasa,khususnya dari grup-grup dan instansi pemerintahan. Kegiatan tersebut mampu mendongkrak okupansi hotel hingga tembus 90 persen lebih per bulannya. “Tren MICE di Semarang sangat bagus, bahkan di Hotel Horison hampir setiap hari kerja ada permintaannya,”imbuh Hellen. Lebih lanjut dikatakan, MICE di Hotel Horison berkontribusi hampir 50 persen dari total pendapatan.
Apalagi, pihaknya memiliki lima ruang pertemuan dengan ballroom yang mampu menampung 3.000 orang. “Kami memiliki 165 unit kamar,”ujarnya. Terkait potensi okupansi kamar dan MICE di 2012 ini, Hellen memperkirakan lebih menjanjikan dibandingkan 2011.Tahun lalu okupansi ratarata 80 persen. “Okupansi tertinggi sepanjang tahun ini justru terjadi di awal tahun dengan okupansi 92 persen,” tuturnya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh PR Executive Hotel Dafam Semarang Namira Fanessa. Dikatakan,tren tamu hotel di Semarang saat libur long weekend memang cenderung menurun dibandingkan harihari biasa.Namun,di Dafam pada libur panjang kali ini masih bisa bertahan sekitar 85 persen.
Di Hotel Horison misalnya, tingkat pemesanan kamar untuk masa libur akhir pekan ini, sampai Minggu 20 Mei masih cukup rendah. Diperkirakan tingkat hunian saat liburan kali ini hanya 60 persen. Angka itu tidak sebaik hari biasanya yang rata-rata bisa mencapai 85–90 persen. Public Relation Hotel Horison Semarang Hellen Mike menginformasikan, tren yang terjadi selama ini, masa liburan justru menjadi masa paceklik.
Sebab, hotel di kawasan Simpang Lima ini lebih banyak mengandalkan meeting, incentive, convention,and exhibition (pertemuan, insentif,konvensi,dan pameran/MICE) sebagai pendapatan utama. “Semarang ini trennya juga sebagai kota MICE,bukan kota wisata.Jadi pada musim liburan hotel justru sepi.Kalaupun ada tamu keluarga biasanya hanya transit,” ungkapnya kemarin.
Permintaan MICE rata-rata pada hari biasa,khususnya dari grup-grup dan instansi pemerintahan. Kegiatan tersebut mampu mendongkrak okupansi hotel hingga tembus 90 persen lebih per bulannya. “Tren MICE di Semarang sangat bagus, bahkan di Hotel Horison hampir setiap hari kerja ada permintaannya,”imbuh Hellen. Lebih lanjut dikatakan, MICE di Hotel Horison berkontribusi hampir 50 persen dari total pendapatan.
Apalagi, pihaknya memiliki lima ruang pertemuan dengan ballroom yang mampu menampung 3.000 orang. “Kami memiliki 165 unit kamar,”ujarnya. Terkait potensi okupansi kamar dan MICE di 2012 ini, Hellen memperkirakan lebih menjanjikan dibandingkan 2011.Tahun lalu okupansi ratarata 80 persen. “Okupansi tertinggi sepanjang tahun ini justru terjadi di awal tahun dengan okupansi 92 persen,” tuturnya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh PR Executive Hotel Dafam Semarang Namira Fanessa. Dikatakan,tren tamu hotel di Semarang saat libur long weekend memang cenderung menurun dibandingkan harihari biasa.Namun,di Dafam pada libur panjang kali ini masih bisa bertahan sekitar 85 persen.
()