Dahlan apresiasi semangat berkarya eks karyawan PT DI

Senin, 21 Mei 2012 - 17:34 WIB
Dahlan apresiasi semangat...
Dahlan apresiasi semangat berkarya eks karyawan PT DI
A A A
Sindonews.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengapresiasi semangat dan kemampuan berkarya para mantan pegawai PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Menurutnya usaha manufactur, peternakan, dan perikanan, yang dikelola oleh koperasi karyawan ini harus terus dikembangkan.

"Saya mendengar ada mantan pekerja PT DI yang punya usaha bengkel, peternakan, dan perikanan. Saya belum punya bayangan, makanya saya datang ke sini. Dan ternyata luar biasa semangat mereka bekerja masih sangat tinggi," kata Dahlan saat melakukan kunjungan dadakan ke Bengkel Manufacturing para karyawan PT DI di Jalan Somawinata No 60, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (21/5/2012).

Baginya ini jelas adalah suatu hasil karya anak negeri yang dikerjakan mantan pekerja PT DI yang tidak diragukan lagi kualitas kemampuannya. Bahkan karena ini bidang jasa maka pesaingnya tidak banyak, mutu ditentukan sendiri, dan bisa tepat waktu.

"Ini adalah wadah usaha yang harus dikembangkan sebagai produk dalam negeri unggulan. Ke depan tidak menutup kemungkinan akan adanya perhatian dari dunia industri manufactur dalam negeri dan juga pemerintah," ucapnya.

Kepala Divisi Manufacturing Koperasi Keluarga Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan 11 Juli (KK SP FKK) Hadio Purnomo, mengaku kunjungan dari Dahlan Iskan memang mendadak. Karena itu tidak ada persiapan khusus yang dilakukan pihaknya.

Dirinya membenarkan jika pernah menyampaikan mengenai keberadaan industri manufactur, peternakan, dan perikanan, mantan karyawan PT DI dibawah KK SP FKK 11 Juli, kepada menteri BUMN tersebut.

"Mungkin beliau penasaran dan ingin membuktikan apakah kami betul-betul ada atau tidak. Ternyata apresiasinya sangat positif dalam memberikan motivasi untuk berkarya dalam mengembangkan produk manufactur," kata Hadi.

Kedatangan Dahlan Iskan, diharapkan bisa berdampak kepada penyelamatan dan pengembangan tiga sektor yang digarap oleh KK SP FKK 11 Juli. Pasalnya sejak mendapatkan kucuran dana dari PT DI pada 2009 sebesar Rp30 miliar sampai saat ini belum ada lagi bantuan permodalan yang didapatkannya. Padahal pangsa pasar yang tidak tersuplai sangat besar, sedangkan kapasitas dan kemampuan produksi sudah tidak bisa ditambah lagi.

"Sedikitnya untuk tiga sektor usaha tersebut dibutuhkan permodalan sekitar Rp54 miliar. Untuk manufactur Rp2 miliar, sektor perikanan dan pendidikan di Sagalaherang Subang Rp50 miliar, dan sektor peternakan sapi di Padaasih Cisarua, KBB, Rp2 miliar," sebutnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
8 menit yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
20 menit yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
36 menit yang lalu
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
1 jam yang lalu
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
1 jam yang lalu
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved