Industri reasuransi belum imbangi asuransi umum

Selasa, 22 Mei 2012 - 09:01 WIB
Industri reasuransi...
Industri reasuransi belum imbangi asuransi umum
A A A
Sindonews.com – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai pertumbuhan industri reasuransi belum bisa mengimbangi pertumbuhan industri asuransi umum, sehingga terjadi arus premi keluar negeri yang cukup besar.

“Saya katakan outflow ini memang wajar di semua negara di dunia dan sebenarnya persentase premi yang keluar mengecil hanya memang kenaikan pertumbuhan industri asuransi cukup tinggi sehingga tidak sejajar dengan pertumbuhan industri,” ujar Executive Director AAUI Julian Noor di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan, pelaku industri reasuransi membutuhkan modal tambahan agar bisa menyerap premi dari industri asuransi dalam negeri lebih besar lagi sehingga tidak terjadi outflow yang pada akhirnya menyebabkan devisa mengalir ke luar negeri.

Julian menambahkan,kebanyakan premi yang ke luar negeri berasal dari industri giant risk, seperti minyak dan gas bumi, pembangkit listrik, pesawat terbang,dan kapal besar. Arus premi ke luar negeri juga tidak bisa dihindari pada proyek yang ditangani perusahaan asing, dan asuransi marine cargo yang pada umumnya diasuransikan di negara pengirim, tambah dia.

Menurut Julian, dengan empat pemain lokal di industri reasuransi sepanjang tahun 2011 lalu, total premi bruto industri re-asuransi mencapai Rp1,8 triliun atau meningkat 15,3 persen dari tahun 2010 yang tercatat mencapai Rp1,5 triliun. Sedangkan, total pendapatan premi asuransi umum pada 2011 mencapai Rp 33,8 triliun atau tumbuh 18 persen dari periode yang sama 2010.

Dari total pendapatan premi industri asuransi umum pada 2011 sebesar Rp33,8 triliun yang dibukukan tersebut, hanya Rp 1,8 triliun yang di reasuransikan di dalam negeri. ”Berarti sekitar Rp32 triliun ke luar negeri tapi dengan catatan belum dikurangi premi yang antar perusahaan asuransi,” ungkapnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
13 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
36 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
Infografis
Ojol Dipastikan Dapat...
Ojol Dipastikan Dapat Subsidi BBM, Taksi Online Belum Jelas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved