Dividen Antam Rp90,99 per saham
Jum'at, 01 Juni 2012 - 09:46 WIB
Dividen Antam Rp90,99 per saham
A
A
A
Sindonews.com - PT Aneka Tambang (Antam) Tbk (ANTM) membagikan dividen tunai sebesar Rp867,55 miliar atau Rp90,99 per lembar saham. Nilai tersebut mencapai 45 persen dari laba bersih perseroan tahun lalu sebesar Rp1,93 triliun.
Direktur Utama ANTM Alwinsyah Loebis mengatakan, perseroan sebelumnya mengusulkan besar dividen yang dibayarkan tahun ini sekitar 30 persen.
“Namun, pemerintah membutuhkan dukungan dalam APBN dari kegiatan-kegiatan perusahaan seperti kita. Sehingga, dalam RUPST diputuskan pembagian dividen sebesar 45 persen dari laba bersih tahun lalu,” kata dia dalam paparan publik usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta kemarin.
Dia mengungkapkan, dari total dividen tunai sebesar Rp867,55 miliar, sekitar Rp564,13 merupakan dividen yang disetor ke pemerintah dan sisanya Rp303,41 miliar dibagikan kepada pemegang saham publik.
Adapun, sisa laba bersih tahun lalu sekitar 1,5 persen atau Rp28,91 miliar untuk program kemitraan, 2,5 persen, atau setara Rp48,19 miliar untuk dana bina lingkungan dan sebanyak 51 persen atau setara Rp983,2 miliar digunakan untuk pengembangan usaha perusahaan tambang pelat merah tersebut.
Direktur Keuangan ANTM Djaja M Tambunan menjelaskan, penerbitan sisa obligasi senilai Rp1 triliun tergantung dengan pengerjaan proyek. “Sekarang pasar sedang volatil (bergejolak) dan belum kondusif bagi kita untuk menerbitkan bond (obligasi),” imbuh dia.
Dana hasil obligasi perseroan sebesar Rp3 triliun pun belum seluruhnya terpakai. ANTM juga berupaya untuk mencari pendanaan dari export credit agency (ECA) dan perbankan lokal, baik swasta maupun pemerintah.
Adapun, arus kas perusahaan saat ini lebih dari Rp5 triliun. Alwinsyah melanjutkan, perseroan masih optimistis dengan target kinerja tahun ini, meski harga komoditas menurun dan krisis yang terjadi di Eropa.
“Kondisi dunia harus diwaspadai terutama harga komoditas. Jangan sampai krisis dunia menyebabkan permintaan produk kita turun, tapi kita masih optimistis,” ujarnya.
Alwinsyah menyatakan bahwa perseroan berkesempatan melakukan diversifikasi pasar ekspor.Tahun lalu penjualan ekspor perseroan ke Eropa sekitar 25 persen dari penjualan, Korea Selatan 15 persen, Jepang 10 persen, China 9 persen dan Singapura sekitar 10 persen.
Adapun, Alwinsyah menambahkan, persentase penjualan ekspor di Eropa yang akan dialihkan ke Asia harus melihat kondisi berikutnya lantaran negara ekspor penjualan produk Antam di Eropa adalah Inggris dan Jerman.
Kedua negara tersebut tidak mengalami krisis seperti negara lainnya di Eropa. Di samping itu, perseroan menyatakan telah memperoleh persetujuan ekspor dari pemerintah setelah sempat dihentikan. Dengan diperolehnya surat persetujuan ekspor tersebut, perseroan optimistis penjualan ekspor bijih nikel dan bauksit sesuai dengan target.
Direktur Operasi ANTM Winardi menuturkan, terkait bea keluar ekspor terhadap ekspor bijih tambang sebesar 20 persen, perseroan sudah membicarakan kepada sejumlah pembeli. Di antara sejumlah pembeli, pembeli Cina bersedia membayar bea keluar ekspor, sedangkan pembelian yang lain masih dalam tahap negosiasi. (bro)
()