Penurunan harga pangan picu deflasi di Denpasar

Jum'at, 01 Juni 2012 - 15:00 WIB
Penurunan harga pangan...
Penurunan harga pangan picu deflasi di Denpasar
A A A
Sindonews.com - Penurunan harga beberapa komoditas kelompok barang di sejumlah pasar tradisional turut memicu terjadinya deflasi di Denpasar yang mencapai 0,05 persen.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Mei 2012, harga berbagai komoditas di Kota Denpasar secara umum menunjukkan adanya penurunan. Kondisi tersebut berbeda dengan situasi secara nasioanal, yang justru mengalami inflasi sebesar 0,07 persen.

Kepala BPS Provinsi Bali Gde Suarsa mengungkapkan, beberapa komuditas yang mengalami penurunan harga selama bulan Mei 2012. Seperti, cabai rawit, bawang putih, ikan cakalang, dan batu bata.

"Untuk komoditas jasa angkutan udara, tarif sewa rumah, pepaya, ikan jangki, gula pasir dan daging ayam ras justru mengalami peningkatan harga," katanya dalam keterangan resminya di Denpasar, Jumat (1/6/2012)

Laju deflasi ini terjadi lantaran adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok barang dan jasa, yang paling tinggi terjadi pada kelompok bahan makanan yang mencapai 0,89 persen.

Setelah itu, disusul kelompok sandang sebesar 0,16 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mencapai 0,08 persen.
Adapun kelompok yang mengalami peningkatan indeks adalah kelompok makanan jadi, rokok, dan tembakau sebesar 0,50 persen.

Sementara di kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan meningkat sebesar 0,39 persen. Sementara kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar ikut naik sebesar 0,06 persen. Selain itu juga ada kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen.

Hanya saja, jika diurut lebih lanjut, berdasar tingkat deflasi tertinggi, maka Denpasar menduduki urutan ke-26 dari 29 kota yang mengalami deflasi pada bulan Mei.

Pascaisu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) April lalu, harga barang-barang secara umum mulai berangsur normal.

Banyak para pedagang yang menyesuaikan kembali barang barang yang dijual. Jika bulan April harga barang masih tinggi, sambung Suarsa, maka berdasar hasil pantauan Mei 2012, harga barang di pasaran sudah kembali normal.

Sementara laju inflasi tahun kalender Januari-Mei 2012 mencapai 2,21 persen dan laju inflasi year on year, Mei 2012 terhadap Mei 2011 sebesar 4,74 persen.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
49 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved