Revitalisasi Malioboro telan Rp3,7 T

Senin, 04 Juni 2012 - 10:56 WIB
Revitalisasi Malioboro...
Revitalisasi Malioboro telan Rp3,7 T
A A A
Sindonews.com – Revitalisasi kawasan Malioboro Yogyakarta dipastikan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Ini lantaran anggaran untuk merealisasikan pembangunan tersebut sangat besar, yaitu mencapai Rp3,7 triliun.

Karena itu, perlu melibatkan pihak ketiga guna mewujudkan rencana tersebut. Revitalisasi kawasan Malioboro sendiri pada tahap awal akan menfokuskan pada tiga sasaran, yaitu kompleks Stasiun Tugu, kawasan inti dan kawasan pendukung Malioboro.

“Dana ini terlalu besar, sehingga tidak mungkin didanai dari APBD Kota,APBD Provinsi maupun APBN.Bahkan APBD Yogyakarta sendiri kurang dari Rp1 triliun,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, kemarin.

Menurut Haryadi, meskipun bekerja sama dengan pihak ketiga,namun untuk koordinasi tetap berada di bawah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Sehingga,dengan adanya kerja sama tersebut diharapkan revitalisasi Malioboro segera terwujud.

Terlebih Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sudah mengingatkan revitalisasi Malioboro bukan lagi kajian, namun sudah harus dilaksanakan. Sebab untuk studi sudah menumpuk. “Saya berharap pada tahun ini, seluruh kontrak dengan swasta bisa diwujudkan, sehingga untuk proses pembangunan fisik dapat dilakukan tahun 2013,”katanya.

Namun yang menjadi permasalahan, bukan pada besarnya anggaran, melainkan saat ini di Indonesia belum ada aturan mengenai kerja sama antara pemerintah dengan pihak swasta untuk mendanai pembangunan. “Hal inilah yang harus menjadi perhatian dan solusi bersama,” ujar Sultan. Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta, Zuhrif Hudaya mengatakan meski secara umum belum mengetahui arah dari revitalisasi Malioboro.

Apakah akan dibuat sebagai kawasan budaya, perdagangan atau keduanya.Namun tetap berharap pemkot secepatnya merealisasi rencana revitalisasi kawasan Malioboro tersebut. “Selain sebagai ikon utama wisata di Yogyakarta, revitaliasi ini juga untuk mengembalikan kenyamanan daerah itu. Sebab, untuk kenyamanan Malioboro saat ini banyak dikeluhkan, terutama wisatawan,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, untuk penataan ini memang tidak bisa ditangani sendiri oleh PemkotYogyakarta,namun harus melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholder), baik pemerintah maupun swasata, terutama untuk masalah perencanaan, anggaran dan hal-hal teknis lain serta kebijakan dalam revitalisasi tersebut.

“Revitalisasi ini memang harus segera dilakukan, sebab bukan hanya akan mengangkat citra Yogyakarta. Namun juga masalah lainnya, seperti pariwisata, pendidikan dan pemerintahan,” tandasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
1 jam yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
2 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
12 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
12 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
13 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
14 jam yang lalu
Infografis
Bayar Bunga Warisan...
Bayar Bunga Warisan Jokowi Rp183 T, Prabowo Bakal Tarik Utang Rp775 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved