Indonesia Resmi Gabung BRICS, BUMN Ketiban Untung?
Sabtu, 11 Januari 2025 - 08:23 WIB
loading...
BUMN tidak kecipratan untung meski Indonesia resmi gabung BRICS karena masih berorientasi dengan pasar lokal. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak kecipratan untung sekalipun Indonesia masuk sebagai anggota penuh BRICS . Perkaranya, bisnis perseroan masih berkutat pada pasar lokal.
Associate Director BUMN Research UI Toto Pranoto mengatakan, sebagian besar perusahaan pelat merah masih berorientasi di pasar domestik. Sehingga, langkah Indonesia masuk dalam organisasi antar pemerintah baik Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan itu tidak berdampak signifikan bagi bisnis BUMN.
"Saat ini belum terlalu banyak BUMN yang berorientasi global. Sebagian besar masih domestic oriented," ujar Toto saat dihubungi, Sabtu (11/1/2025).
Baca Juga: Penyebab Kebakaran Los Angeles, Tragedi Paling Parah dalam Sejarah
Perlu terobosan agar produk BUMN bisa berdaya saing di pasar internasional, hal tersebut sejalan dengan langkah Indonesia memainkan peran ekonomi di forum dunia. Menurutnya, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bisa memberi dukungan penuh bagi perseroan negara supaya penetrasi produk BUMN bisa kompetitif di luar negeri.
"Dukungan juga dari lembaga keuangan seperti LPEI agar penetrasi produk BUMN bisa kompetitif di luar negeri," jelasnya.
BUMN sebagai pelaku ekonomi utama di dalam negeri juga bisa memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan kegiatan going global. Peluang ekspor dalam kerangka kerja sama multilateral pun bisa ditingkatkan.
Associate Director BUMN Research UI Toto Pranoto mengatakan, sebagian besar perusahaan pelat merah masih berorientasi di pasar domestik. Sehingga, langkah Indonesia masuk dalam organisasi antar pemerintah baik Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan itu tidak berdampak signifikan bagi bisnis BUMN.
"Saat ini belum terlalu banyak BUMN yang berorientasi global. Sebagian besar masih domestic oriented," ujar Toto saat dihubungi, Sabtu (11/1/2025).
Baca Juga: Penyebab Kebakaran Los Angeles, Tragedi Paling Parah dalam Sejarah
Perlu terobosan agar produk BUMN bisa berdaya saing di pasar internasional, hal tersebut sejalan dengan langkah Indonesia memainkan peran ekonomi di forum dunia. Menurutnya, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bisa memberi dukungan penuh bagi perseroan negara supaya penetrasi produk BUMN bisa kompetitif di luar negeri.
"Dukungan juga dari lembaga keuangan seperti LPEI agar penetrasi produk BUMN bisa kompetitif di luar negeri," jelasnya.
BUMN sebagai pelaku ekonomi utama di dalam negeri juga bisa memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan kegiatan going global. Peluang ekspor dalam kerangka kerja sama multilateral pun bisa ditingkatkan.
Lihat Juga :