Kendaraan dinas Depok konsumsi 7 liter BBM/hari
Rabu, 06 Juni 2012 - 09:58 WIB
Kendaraan dinas Depok konsumsi 7 liter BBM/hari
A
A
A
Sindonews.com – Kebijakan Pemerintah Kota Depok untuk memberlakukan gerakan Sehari Tanpa Mobil Dinas didukung penuh oleh para pemegang mobil dinas seperti kepala dinas hingga tingkat camat.
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail juga berjanji akan mematuhi gerakan tersebut dengan menggunakan sepeda atau sepeda motor menuju Balaikota setiap hari Selasa. Camat Sawangan Eko Herwiyanto pun siap menggunakan transportasi alternatif lainnya. Dari rumahnya di Beji Depok, akan ia tempuh nantinya dengan menggunakan sepeda motor menuju kantor Kecamatan Sawangan.
“Saya rencana naik motor, pokoknya aktifitas hari itu kita gunakan motor, bukan pakai plat merah, isi BBM nya pun pakai uang pribadi,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (6/6/2012).
Sanksi yang akan diterima jika tak patuh, kata dia, tentunya sanksi moral dari masyarakat. Ia juga mengaku kebijakan ini tidak terkait dengan rasa gengsi yang dimiliki para pemegang mobil dinas. “Ini bukan masalah gengsi, sanksinya moral, ini jadi komitmen kami selaku aparatur pemerintah daerah,” tegasnya.
Eko mengungkapkan rata – rata dalam sehari ia biasa mengisi mobil dinasnya Suzuki Terios sebanyak tujuh liter BBM. Tentunya juga tergantung dengan jarak tempuh dan aktifitas mengunjungi kegiatan setiap hari.
“Saya isi Rp100 ribu bisa tiga hari kalau premium dapat 22,2 liter. Kemarin saya beli pertamax 150 ribu dapat 16 liter dengan kondisi harga Rp9.350. Tergantung jaraknya, rata–rata sehari 7 liter,” paparnya.
Lain halnya dengan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Depok Zamrowi. Rata–rata ia membutuhkan lima liter setiap mengisi BBM. “Saya isi tiga hari sekali itu lima liter sampai enam liter, tergantung kegiatannya kemana saja,” tandasnya.
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail juga berjanji akan mematuhi gerakan tersebut dengan menggunakan sepeda atau sepeda motor menuju Balaikota setiap hari Selasa. Camat Sawangan Eko Herwiyanto pun siap menggunakan transportasi alternatif lainnya. Dari rumahnya di Beji Depok, akan ia tempuh nantinya dengan menggunakan sepeda motor menuju kantor Kecamatan Sawangan.
“Saya rencana naik motor, pokoknya aktifitas hari itu kita gunakan motor, bukan pakai plat merah, isi BBM nya pun pakai uang pribadi,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (6/6/2012).
Sanksi yang akan diterima jika tak patuh, kata dia, tentunya sanksi moral dari masyarakat. Ia juga mengaku kebijakan ini tidak terkait dengan rasa gengsi yang dimiliki para pemegang mobil dinas. “Ini bukan masalah gengsi, sanksinya moral, ini jadi komitmen kami selaku aparatur pemerintah daerah,” tegasnya.
Eko mengungkapkan rata – rata dalam sehari ia biasa mengisi mobil dinasnya Suzuki Terios sebanyak tujuh liter BBM. Tentunya juga tergantung dengan jarak tempuh dan aktifitas mengunjungi kegiatan setiap hari.
“Saya isi Rp100 ribu bisa tiga hari kalau premium dapat 22,2 liter. Kemarin saya beli pertamax 150 ribu dapat 16 liter dengan kondisi harga Rp9.350. Tergantung jaraknya, rata–rata sehari 7 liter,” paparnya.
Lain halnya dengan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Depok Zamrowi. Rata–rata ia membutuhkan lima liter setiap mengisi BBM. “Saya isi tiga hari sekali itu lima liter sampai enam liter, tergantung kegiatannya kemana saja,” tandasnya.
()