Konsorsium WIKA garap proyek USD183 juta

Selasa, 12 Juni 2012 - 09:03 WIB
Konsorsium WIKA garap...
Konsorsium WIKA garap proyek USD183 juta
A A A
Sindonews.com - Konsorsium PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memperoleh kontrak senilai USD182,98 juta atau setara Rp1,73 triliun (Rp9.433/USD) dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya tersebut memiliki porsi mayoritas dalam pengerjaan proyek itu.

Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Argawan Pardede mengatakan, konsorsium yang terdiri atas WIKA, PT Inwha Indonesia dan PT Singgar Mulia telah ditunjuk oleh PT Chevron Pacific Indonesia untuk mengerjakan proyek rekayasa, pengadaaan dan kontruksi (engineering, procurement and construction/EPC) dalam salah satu proyek pengembangan lapangan minyak milik Chevron di Riau.

"Konsorsium WIKA ditunjuk sebagai kontraktor EPC dalam proyek North Duri Development (NDD) Area 13 di Duri, Riau," kata dia di Jakarta, Senin 11 Juni 2012 kemarin.

Dia menjelaskan, dalam konsorsium tersebut, perusahaan kontruksi pelat merah ini memiliki porsi mayoritas. Adapun, porsi perseroan dalam proyek tersebut mencapai 80% dari total nilai kontrak atau sekitar USD146 juta, setara Rp1,38 triliun.

Menurut Natal, pengerjaan proyek tersebut memerlukan waktu selama 30 bulan terhitung ditandatanganinya perjanjian kontrak.

Lingkup dari pengerjaan proyek tersebut, Natal menuturkan, terdiri dari engineering and design, pengadaan barang dan jasa konstruksi untuk pekerjaan mekanikal. Selain itu, pemipaan, elektrikal dan intrumentasi serta earthwork maupun sipil. Proyek ini termasuk dalam pengembangan lanjutan dari Lapangan Duri.

Dia mengungkapkan,perseroan pada tahun ini menargetkan total kontrak mencapai Rp32,09 triliun, terdiri atas kontrak baru sebesar Rp16,5 triliun dan kontrak bawaan (carry over) dari tahun sebelumnya senilai Rp15,57 triliun. Sementara pada kuartal I/2012, WIKA berhasil mendapatkan kontrak baru sebesar Rp3,4 triliun.

Adapun perolehan kontrak baru WIKA, diantaranya pembangunan jalan kereta api jalur Semarang-Bojonegoro senilai Rp285 miliar dari Kementerian Perhubungan, pengendalian banjir Karang Mumus senilai Rp135 miliar.

Selain itu, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Tanjung Batu di Kalimantan Timur dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero. (san)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
36 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
44 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved