Rudi dinilai mampu tutupi kekurangan Jero Wacik

Rabu, 13 Juni 2012 - 16:18 WIB
Rudi dinilai mampu tutupi...
Rudi dinilai mampu tutupi kekurangan Jero Wacik
A A A


Sindonews.com - Penunjukan Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Rudi Rubiandini sebagai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) oleh Presiden dinilai merupakan langkah yang tepat.

Wakil Direktur ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, dari sisi pengalamannnya, Rudi dianggap mumpuni mendampingi Jero Wacik. Artinya, sosok Rudi dinilai mampu menutupi kekurangan atau ketidaktahuan dari Menteri ESDM.
“Sektor energi merupakan sektor yang sangat komplek sementara Wacik latar belakangnya bukan di bidang tersebut,” kata dia, kepada SINDO, di Jakarta, Rabu (13/6/2012).

Dia juga menganggap Rudi sudah tepat sebagai pendamping Jero Wacik pasalnya Rudi dari akademisi yang memang berkecimpung di sektor hulu migas. Namun dia berharap, Wamen ESDM yang baru tersebut mampu mengimplementasikan serta merealisasikan ide-ide dari Widjajono yang merupakan suami dari Nina Sapti yang juga merupakan anggota dari Komite Energi Nasional. “Paling tidak bisa menyeimbangkan peran Pak Wid,” pungkas dia.

Sebelumnya, SBY memanggil Rudi Rubiandini untuk menduduki posisi Wakil Menteri ESDM menggantikan almarhum Widjajono Partowidagdo. Ditemui di Istana Presiden, Guru Besar Ilmu Perminyakan ITB ini mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan Presiden yang baru diberikan ke pundaknya.

"Ini adalah sebuah tugas yang sangat berat bagi siapapun karena bidang energi merupakan tulang punggung kebutuhan bangsa," ujar Rudi.

SBY dijadwalkan melantik Rudi Rubiandini menjadi Wakil Menteri ESDM yang baru pada Kamis besok, 14 Juni 2012. Hingga hari ini, Rudi masih menjabat sebagai Deputi Pengendalian Operasi BP Migas.

Sekadar informasi, Rudi merupakan ahli perminyakan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) kelahiran Tasikmalaya 1962. Dirinya menjabat sebagai Deputi Pengendalian Operasi BP Migas semenjak 18 Agustus tahun lalu.

Rudi, demikian dia biasa dipanggil, lulus dari Teknik Perminyakan ITB 1962 dan kemudian melanjutkan pendidikan sampai meraih gelar doktor di Technische Universitaet Clausthal Jerman pada 1991. Memulai karier dengan menjadi dosen di almamaternya, pada 1995, dia sudah kembali ke ITB dengan menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Teknik Perminyakan. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
33 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
1 jam yang lalu
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
2 jam yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
3 jam yang lalu
Ranch Market KMALL Hadirkan...
Ranch Market KMALL Hadirkan Supermarket Gaya Hidup Modern di Utara Jakarta
3 jam yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
4 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan China Mampu...
5 Alasan China Mampu Akhiri Dominasi Kapal Induk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved