Diserang hama, petani cabai gigit jari

Rabu, 13 Juni 2012 - 19:58 WIB
Diserang hama, petani...
Diserang hama, petani cabai gigit jari
A A A
Sindonews.com - Para petani cabai di Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan gigit jari. Mereka gagal panen, karena cabai-cabai yang siap panen diserang hama hingga membusuk dan kering.

Selain Takerharjo, di Kecamatan Solokuro ada beberapa desa lainnya yang petani cabenya gagal panen. Diperkirakan ratusan hektar, mengingat di Desa Takerharjo estimasinya 25 hektar lebih lahan yang ditanami cabai dan gagal panen.

Muhammad Ridwan, salah satu petani cabai Desa Takerharjo, menyebut bila kerugian yang dialamainya mencapai puluhan juta. Biasanya dengan lahan 1,2 hektar lebih mendapat Rp5 juta lebih.

“Banyak kerugiannya. Padahal cabai sudah siap panen. Tetapi tiba-tiba membusuk dan mengering. Kami tidak tahu hamanya jenis apa?” ujarnya, Rabu (13/6/2012).

Petani lain, Kastomo menambahkan, para petani sudah memakai obat berbagai macam. Namun, tidak ada efeknya. Cabai tetap yang sudah siap panen tiba-tiba membusuk dan pengering.

“Karena cabai membusuk dan kering, kami dan petani lainnya terpaksa memanen cabai secara cepat, dari biasanya tiba bulan menjadi dua bulan. Itupun tidak maksimal sebab sebagian besar rusak dan cabainya tidak bisa dijual,” tegas dia.

Kastomo juga menyebut rusaknya tanaman cabai itu membuat harga cabai di wilayah Kabupaten Lamongan menurun drastis. Biasanya setiap kilogram mencapai Rp8.000, namun sekarang hanya Rp2.000 perkilogram.

Menanggapi itu, Kepala Bagian Humas Pemkab Lamongan, Mohammad Zamroni berencana menurunkan tim ke lokasi pertanian cabai untuk melihat kondisi tanaman secara langsung. Sehingga, mengetahui kondisi di lapangan.

“Kami akan secepatnya turun langsung. Sehingga dapat kami ketahui apa hama yang menyerang cabai para petani di Kecamatan Solokuro,” tukasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
15 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
32 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Iran akan Perang Habis-habisan...
Iran akan Perang Habis-habisan jika Pangkalan Nuklirnya Diserang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved