Bea Keluar rendah, akibat proses hilirisasi

Sabtu, 16 Juni 2012 - 17:41 WIB
Bea Keluar rendah, akibat...
Bea Keluar rendah, akibat proses hilirisasi
A A A


Sindonews.com - Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Agung Kuswandono mengatakan rendahnya Bea Keluar saat ini menunjukkan hal yang positif. Salah satunya adalah proses hilirisasi yang berjalan untuk sektor industri komoditas.

"Karena memang BK tujuannya penerimaan tetapi adalah untuk supaya dalam negeri pasokannya tidak terganggu, dan kedua memang ada nilai tambah di dalam negeri, jadinya fungsinya sudah tepat ini," ujar Agung saat ditemui wartawan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/6/2012).

Komoditas yang menurutnya hilirisasi bagus ada Crude Palm Oil (CPO), yang juga merupakan penyumbang BK terbesar sebelumnya. Jadi ketika CPO sudah dirubah menjadi RBD maka nilai tarifnya menjadi lebih rendah, karena sudah ada nilai tambah dalam negeri.

"Sekarang 86 persen ekspor yang RDB ini, artinya sudah ada pengolahan produksi di dalam negeri, artinya proses hilirisasinya berjalan," tegasnya.

Pencapaian Bea Keluar sampai dengan Mei 2012 hanya sebesar 37,39 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dari target proporsional sesuai dengan APBN Perubahan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan pencapaian Bea Masuk dan Cukai.

Target APBN P secara keseluruhan adalah Rp23,20 triliun, dimana sampai dengan Mei diharapkan mencapai Rp9,6 triliun. Namun realisasi hanya mampu mencapai Rp8,9 triliun.

Jika dilihat secara year on year (yoy), BK menurun sebesar 34,22 persen. Pada tahun 2011 di periode yang sama realisasi mencapai Rp13,65 triliun. Sedangkan diketahui saat ini hanya mencapai Rp8,9 triliun. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved