BI diuntungkan dari pelemahan rupiah?
Selasa, 19 Juni 2012 - 13:58 WIB
BI diuntungkan dari pelemahan rupiah?
A
A
A
Sindonews.com - Melemahnya nilai tukar rupiah rupanya tidak selalu berdampak buruk. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI yang membawahi masalah Keuangan dan Perbankan, Harry Azhar Azis memandang, BI akan memperoleh keuntungan atas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
"Memang ada yang namanya conflict of interest di tubuh BI. Kalau rupiah melemah BI diuntungkan," ujar Harry saat ditemui usai menghadiri kajian tengah tahunan (KTT) INDEF 2012 dengan tema "Efektifitas Fiskal, Percepatan, Infrastruktur dan Intermediasi Perbankan" di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (19/6/2012).
Harry menjelaskan, hal tersebut dikarenakan BI banyak memegang cadangan devisa dalam bentuk dolar. Jadi jika sewaktu-waktu BI mengalami kesulitan maka dia hanya tinggal menukarkan dolar yang dimiliki menjadi rupiah.
"BI banyak memegang cadangan devisa dalam bentuk dolar. Sementara bila nilai rupiah melemah, maka jumlah nominal rupiah yang ditukarkan dengan dolar tersebut lebih besar dari jumlah nominal bila nilai rupiah normal," jelasnya.
Untuk itu, kata Harry, penting bagi pemerintah untuk mengawasi dan menekan pihak BI untuk mengembalikan serta mempertahankan nilai rupiah pada kondisi normal. "Jadi masyarakat tidak lagi dirugikan oleh dampak inflasi (melemahnya nilai mata uang) rupiah," simpulnya.
"Memang ada yang namanya conflict of interest di tubuh BI. Kalau rupiah melemah BI diuntungkan," ujar Harry saat ditemui usai menghadiri kajian tengah tahunan (KTT) INDEF 2012 dengan tema "Efektifitas Fiskal, Percepatan, Infrastruktur dan Intermediasi Perbankan" di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (19/6/2012).
Harry menjelaskan, hal tersebut dikarenakan BI banyak memegang cadangan devisa dalam bentuk dolar. Jadi jika sewaktu-waktu BI mengalami kesulitan maka dia hanya tinggal menukarkan dolar yang dimiliki menjadi rupiah.
"BI banyak memegang cadangan devisa dalam bentuk dolar. Sementara bila nilai rupiah melemah, maka jumlah nominal rupiah yang ditukarkan dengan dolar tersebut lebih besar dari jumlah nominal bila nilai rupiah normal," jelasnya.
Untuk itu, kata Harry, penting bagi pemerintah untuk mengawasi dan menekan pihak BI untuk mengembalikan serta mempertahankan nilai rupiah pada kondisi normal. "Jadi masyarakat tidak lagi dirugikan oleh dampak inflasi (melemahnya nilai mata uang) rupiah," simpulnya.
()