Matahari belum dilirik jadi energi alternatif

Rabu, 20 Juni 2012 - 10:32 WIB
Matahari belum dilirik...
Matahari belum dilirik jadi energi alternatif
A A A
Sindonews.com - Terletak di garis khatulistiwa yang disinari matahari hampir sepanjang tahun rupanya masih belum bisa dimanfaatkan sebagai salah satu energi alternatif. Faktanya, pemanfaatan energi gratis ini bahkan belum mencapai angka satu persen.

Potensi energi panas matahari di Indonesia sekira 4,8 Kilo watt hour/meter persegi (KWh/m2) atau setara dengan 112 ribu GWp. Namun, saat ini energi matahari yang sudah dimanfaatkan hanya sekira 10 MWp. Ini berarti, potensi energi matahari yang sudah dimanfaatkan bahkan masih jauh dari angka satu persen.

"Karena itu, saat ini pemerintah telah mengeluarkan roadmap pemanfaatan energi surya yang menargetkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpasang hingga tahun 2025 sebesar 0.87 GW atau sekira 50 MWp/tahun," ungkap laporan yang dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Rabu (20/6/2012).

Namun masalahnya, pengembangan energi matahari masih terbentur mahalnya biaya sel surya sebagai komponen utama. Padahal, komponen ini juga masih harus didatangkan dari negara lain atau impor.

"Berbagai teknologi pembuatan sel surya terus diteliti dan dikembangkan dalam rangka upaya penurunan harga produksi sel surya agar mampu bersaing dengan sumber energi lain," tambahnya.

Demi meningkatkan rasio elektrifikasi yang masih 50 persen, khususnya di daerah terpencil, Dalam kurun waktu tahun 2005-2025, Pemerintah berencana menyediakan satu juta Solar Home System berkapasitas 50 Wp. Solar Home sytem ini digunakan untuk masyarakat berpendapatan rendah serta 346,5 MWp PLTS hibrid untuk daerah terpencil. Hingga tahun 2025 pemerintah merencanakan akan ada sekitar 0,87 GW kapasitas PLTS terpasang.

"Dengan asumsi penguasaan pasar hingga 50 persen, pasar energi surya di Indonesia sudah cukup besar untuk menyerap keluaran dari suatu pabrik sel surya berkapasitas hingga 25 MWp per tahun sehingga peluang bisnisnya besar," tandas dia.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
34 menit yang lalu
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
58 menit yang lalu
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
1 jam yang lalu
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
2 jam yang lalu
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
2 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved