Dahlan: Atasi kemiskinan, diperlukan pemimpin yang kuat

Jum'at, 22 Juni 2012 - 13:02 WIB
Dahlan: Atasi kemiskinan,...
Dahlan: Atasi kemiskinan, diperlukan pemimpin yang kuat
A A A


Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengungkapkan, masalah utama Indonesia kini adalah banyaknya kemiskinan karena ketidakadilan. Kemiskinan jenis ini menghambat kemajuan Indonesia karena sangat sulit diatasi.

Dahlan menuturkan, kemiskinan sekarang berbeda dengan kemiskinan masa lalu. "Saya dulu miskin lahir dari keluarga miskin, tapi tak mengeluh kenapa saya miskin? Karena waktu itu mungkin semua orang miskin," katanya dalam Konferensi Internasional Rotary Club 2012, di Hotel Panghegar, Bandung, Jumat (22/6/2012).

Sedangkan kini, lanjut dia, orang miskin bisa menonton televisi dan mendengar radio. Mereka bisa tahu berbagai bentuk kemewahan dan kekayaan di lingkungan sekitarnya. Orang miskin kini tiap hari melihat mal, mobil mewah dan lainnya.

"Kemiskinan sekarang berbeda. Dulu saya engga ada tv, radio, sehingga tidak tahu di luar seperti apa. Kemiskinan sekarang tiap hari lihat kemewahan. Kemiskinan sekarang ada perasaan ketidakadilan. Itu lebih sulit diatasi," terangnya.

Parahnya, kemiskinan karena ketidakadilan itu ditambah dengan tidak adanya harapan untuk bisa bangkit dari kemiskinan. Meski begitu, kata Dahlan, kemiskinan ini masih bisa diatasi. Caranya, dengan kepemimpinan yang kuat. "Kita bisa atasi jika punya strong leader, manajemen yang baik dan kompak untuk selesaikan masalah ini," katanya.

Fungsi pemimpin yang kuat, kata dia, karena untuk mengubah kemiskinan perlu diatasi secara cepat dan total. Jika tidak, Indonesia sebagai negara maju akan terhambat.

Dahlan menegaskan, Indonesia tidak bisa mundur, pilihannya hanya maju. Indikasi Indonesia menjadi negara gagal menurutnya sangat kecil dan bisa kita atasi. "Masalahnya mau maju cepat atau maju lambat. Jika bisa diatasi secara total bisa maju secara cepat," ujarnya.

Saking akutnya masalah kemiskinan di Indonesia, Dahlan punya guyonan. Menurutnya, guyonan ini bersifat serius. "Setelah Indonesia dibicarakan dunia sebagai negara yang ekonominya sedang tumbuh, persoalan besar ke depan yang Indonesia hadapi ada 10. Nomor satu kemiskinan, nomor dua kemiskinan, nomor tiga kemiskinan, dan kemiskinan sampai nomor delapan. Jadi kemiskinan jadi persoalan kita," ucapnya.

Kata mantan Dirut PLN ini, jika persoalan kemiskinan bisa diatasi, persoalan lain yang dihadapi Indonesia seperti hukum dan korupsi menjadi bisa diatasi. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
4 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
5 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
7 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
9 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
10 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
11 jam yang lalu
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved