Siapkan USD100 juta, HSBC Group peduli air

Senin, 25 Juni 2012 - 08:38 WIB
Siapkan USD100 juta,...
Siapkan USD100 juta, HSBC Group peduli air
A A A


Sindonews.com - HSBC Group salurkan dana USD100 juta untuk sanitasi dan masalah air bersih. Dalam hal ini menggandeng WWF, WaterAid, dan Earthwatch.

Chief Executive Officer HSBC Indonesia Alan Richards mengatakan, di seluruh dunia hampir 800 juta orang tidak memperoleh akses air bersih dan sekitar 2,5 miliar penduduk tidak memiliki fasilitas sanitasi. “Kondisi tersebut menjadikan HSBC secara global memperkenalkan HSBC Group’s Water Programme pada 11 Juni 2012 dengan investasi senilai USD100 juta untuk lima tahun ke depan,” katanya di Jakarta kemarin.

Bukti keseriusan HSBC dalam mengatasi masalah air bersih dan sanitasi, kemarin diadakan kegiatan HSBC Group’s Water di Indonesia. Diawali dengan kegiatan HSBC Water Festival yang dihadiri sekitar 500 karyawan, HSBC menggelar pameran edukasi air serta membersihkan, memilah, dan mendaur ulang sampah di sepanjang Pantai Indah Ancol.

Sementara, Head of Communication and Corporate Sustainability HSBC Indonesia Maya Rizano mengatakan,program ini merupakan suatu kepedulian HSBC karena melihat tingkat kesulitan dan semakin kritisnya mendapatkan air bersih, khususnya di Jakarta. Menurut Maya, Indonesia akan mendapatkan kurang dari 10% dari investasi sebesar USD100 juta.

Dana yang didapat antara lain akan digunakan untuk edukasi kampanye kepedulian terhadap air dan masalah pencemaran serta penelitian- penelitian. ”Kami untuk saat ini akan fokus di kota Jakarta terlebih dahulu,di Pantai Indah Ancol, Kali Pesanggrahan, Kali Ciliwung,” ungkapnya.

Nantinya, dalam lima tahun ke depan, perseroan menggelar program serupa untuk 12 sungai yang ada di seluruh Indonesia, antara lain di Medan dan Surabaya.

Asisten Deputi Menteri Lingkungan Hidup Urusan Pengendalian Kerusakan Ekosistem Darat Hermono Sigit mengungkapkan, ekosistem di daerah aliran sungai sudah sangat rusak,hal itu diakibatkan perilaku yang tidak menghargai air.

Menurutnya,mengubah perilaku memang tidak mudah, tetapi jika ada keinginan semua itu akan berjalan dengan mudah. ”Saat ini Kementerian Lingkungan Hidup sedang menangani tugas utama di 13 sungai, antara lain di Citarung,Cisadane, dan Ciliwung,” ungkapnya.

Hermono berharap, masyarakat Indonesia bisa menghemat air dan tidak membuang sampah serta kotoran rumah tangga secara sembarangan ke sungai atau perairan umum. Dia mengimbau masyarakat untuk melakukan konservasi air dengan menanam dan membuat sistem serapan air. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
27 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
56 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved