Kepiawaian para peracik portofolio

Rabu, 27 Juni 2012 - 08:00 WIB
Kepiawaian para peracik...
Kepiawaian para peracik portofolio
A A A
Sindonews.com - Reksa dana berbasis dolar mampu memberikan return 1,9 persen per bulan. Ini adalah buah dari kepiawaian para manajer investasi (MI) dalam meracik portfolio.

Untuk menghasilkan makanan yang lezat, kuncinya terletak pada kecanggihan seorang koki dalam meracik kompisisi bumbu masakan. Rupanya, hukum ini berlaku pula pada perusahaan pengelola investasi. Jika sang koki atau manager investasi (MI) di perusahaan tersebut bisa meracik porfolio investasi dengan tepat, maka dipastikan investor bisa menikmati keuntungan yang menggiurkan.

Lihat saja yang terjadi belakangan ini. Di saat banyak harga saham rontok, mereka langsung menciptakan produk reksadana berbasis dolar. Produk ini terbukti bisa memberikan imbal hasil yang lumayan tinggi. Reksadana dolar terbitan PT Mandiri Manjemen Investasi (MMI) mungkin bisa menjadi contoh. Menurut data yang dilansir Infovestama Utama, produk MMI ini selama satu bulan terakhir mampu memberikan return sebesar 2,08 persen per bulan.

Reksa dana lainnya yang juga memiliki performa cukup menarik adalah CIMB Principal Dollar Bond yang diterbitkan oleh PT CIMB Principal Asset Management. Dalam sebulan terakhir, CIMB Principal Dollar Bond mampu memberikan imbal hasil sebesar 1,94 persen. Bahkan jika dihitung sejak 21 Juni 2011 hingga 21 Juni 2012, return yang diberikan CIMB Principal Dollar Bond mencapai 7,2 persen.

Danareksa Melati Platinum Dollar dari PT Danarekasa Investment Management juga cukup menggiurkan. Produk ini mampu memberikan return 1,82 persen per bulan. Beberapa produk reksanadana lainnya, seperti TRAM Pendapatan tetap USD dan BNP Paribas Prima Asia USD, mampu meberikan return 1,82 persen dan 1,75 persen.

Hebat bukan? Berkat kepiawaian para koki inilah, setahun terakhir reksa dana dolar rata-rata mampu memberikan return 1,9 persen per bulan atau lebih tinggi dari bunga deposito dolar yang 0,5 persen.

Research Analyst PT Infovestama Utama Elbert Suryajaya memperkirakan, hingga enam bulan ke depan reksa dana berbasis dolar masih bisa memberikan return antara 2-3 persen per bulan. “Untuk jangka panjang, kinerja produk reksa dana dolar masih baik,” katanya.

Namun demikian, sejumlah analis mengingatkan agar investor tetap hati-jati. Soalnya, bukan tidak mungkin, sewaktu-waktu terjadi koreksi. Ini mengingat kondisi krisis utang di Eropa masih belum membaik. Agar tak terjebak oleh kemungkinan koreksi, Elbert mengingatkan investor jangka pendek untuk berdisiplin tinggi. “Jika target return sudah tercapai, segera realisasikan,” katanya.

Sayangnya, Elbert maupun analis lainnya belum berani memastikan apakah krisis Eropa akan kian kacau atau membaik. Bukan apa-apa, kemarin Moody's Investor Service memangkas peringkat surat utang 28 bank Spanyol (sebelumnya 15 bank di Amerika).
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Pesona 9 Istri dan Putri...
Pesona 9 Istri dan Putri Para Pemimpin Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved