Pemerintah didesak setop impor baja China

Rabu, 27 Juni 2012 - 09:40 WIB
Pemerintah didesak setop...
Pemerintah didesak setop impor baja China
A A A


Sindonews.com - Dibukanya kran Impor Baja dari China membuat harga Baja Nasional kalah bersaing harga di Pasaran. Pasalnya, harga Baja dari China jauh lebih bisa bersaing karena mendapat subsidi dari pemerintahnya.

Direktur PT Jaya Pari Steel Tbk, Hadi Sutjipto, mengungkapkan sejumlah negera seperti Amerika Serikat, Eropa dan Thailand sudah melarang impor baja China. Namun, pemerintah Indonesia saat ini belum memberlakukan aturan tersebut.

"Seharusnya ada jenis tertentu yang tidak diproduksi industri nasional dan itu bisa diimpor. Jadi lindungilah produksi dalam negeri. Negara lain melindungi kok kita tidak," kata Hadi usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Jaya Pari Steel Tbk, di Surabaya, Selasa 26 Juni 2012.

Hadi menuturkan, meski permintaan baja mengalami keniakan namun situasi tersebut kurang menguntungkan bagi industri baja nasional. Diprediksi pada 2012 permintaan baja naik hingga 30 persen menjadi 11,7 Juta Ton dibanding tahun lalu yang hanya sembilan juta ton. Dari jumlah itu, kapasitas produksi Baja dalam negeri sekitar enam juta ton dan sisanya mengandalkan impor.

Dia mengungkapkan, perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan ekspor. Mengingat, kapasitas produksi. dalam negeri masih kecil. Bahkan, pangsa pasar baja di Indonesia tidak begitu besar. "Kalaupun ekspor, produk yang selama ini diproduksi harus menyesuaikan permintaan pasar internasional. Sebab, spesifikasi produk Jaya Pari Steel menyesuaikan permintaan pasar domestik," jelasnya.

Selain itu, dia menilai permintaan baja tahun ini masih bagus kerena industri galangan kapal juga tumbuh. Perseroan berkode saham JPRS ini telah mencatat penjualan bersih Rp136,6 miliar hingga Mei 2012 dengan laba bersih Rp3,4 miliar.

Pada priode yang sama tahun lalu tercatat penjualan sekitar Rp298 miliar dengan laba bersih Rp29,3 miliar. Jumlah tersebut tentunya mengalami penurunan dikarenakan harga baja dunia juga turun. Selama 2011, JPRS mencatat penjualan bersih sebesar Rp641 Milliar naik dari tahun sebelumnya Rp428 miliar. Peningkatan itu, kata Hadi dipengaruji meningkatknya volume penjualan dan kenaikan komuditi baja di pasar international.

"Ketika itu, harga pasar baja domestik naik rata-rata 8,8 persen. Tahun ini, Jaya Pari Steel memproyeksikan penjualan bersih sebesar Rp500 miliar," tukasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
20 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
43 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved