Pangsa pasar bank syariah di Sulsel 5,2%

Rabu, 27 Juni 2012 - 10:23 WIB
Pangsa pasar bank syariah...
Pangsa pasar bank syariah di Sulsel 5,2%
A A A


Sindonews.com - Pangsa pasar (market share) perbankan syariah di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih minim, karena baru menguasai sekitar 5,2 persen dari total pangsa pasar perbankan yang ada di daerah ini.

Walau demikian, posisi tersebut masih lebih tinggi dari pangsa pasar perbankan syariah secara nasional yang baru mencapai 4,1 persen.

Deputi Kepala Kantor Wilayah I Bank Indonesia (BI) Sulawesi Maluku dan Papua Arief Budi Santoso mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan progres yang baik. Walaupun masih jauh tertinggal dari penguasaan pasar perbankan konvensional.

“Aset bank syariah di Sulsel tumbuh positif dari tahun ke tahun. Per April tahun ini saja melonjak 64,79 persen jadi Rp3,41 triliun dibandingkan waktu yang sama tahun lalu. Begitu pula dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) naik 32,88 persen menjadi Rp1,57 triliun,” ujar Arief di Kantor BI Makassar, Selasa 26 Juni 2012.

Sehatnya perbankan syariah tahun ini juga didukung pencapaian Non Performing Financing (NPF) atau pembiayaan bermasalah 1,55 persen yang lebih rendah dari tahun lalu 2,63 persen. “Total pembiayaan perbankan syariah Sulsel tercatat Rp3,24 triliun, naik 37,06 persen dari tahun lalu,” kata Arief.

Menurut dia, bank syariah di Sulsel bisa saja menguasai pasar lebih besar dari pem-bukuan saat ini. Salah satu caranya dengan membuka lebih banyak lagi cabang di daerah-daerah dan intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Berdasarkan data BI, sebanyak 41 bank umum termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) berada di wilayah Sulsel dan Sulbar. Dari jumlah tersebut terdapat 35 bank konvensional dan 6 bank umum syariah. Dari 35 bank konvensional tersebut,5 di antaranya memiliki unit bisnis syariah. Menurut Kepala Departemen Perbankan Syariah BI Edy Setiadi, kendala utama yang dihadapi bank syariah saat ini adalah sumber daya manusia (SDM) yang terbatas.

“Secara nasional tenaga perbankan syariah masih kekurangan 20.000 orang,dan itu tidak mudah mendapatkannya. Selama ini banyak SDM yang dihimpun bank syariah berasal dari bank konvensional. Bukan tidak baik,tetapi sistem yang berbeda tentu akan menghambat kinerja,” kata dia yang datang ke Makassar dalam rangka menghadiri Forum Riset Perbankan Syariah (FRPS) di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, kemarin.

Oleh karena itu, sejak beberapa tahun yang lalu, BI terus mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menciptakan kurikulum perbankan syariah. “Tetapi hingga saat ini masih belum ada perkembangan. Kita harap dengan adanya kurikulum, bisa mendorong terciptanya SDM yang lebih baik,” tutur Edy. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved