Indonesia Power target pendapatan Rp193 M

Jum'at, 29 Juni 2012 - 10:09 WIB
Indonesia Power target...
Indonesia Power target pendapatan Rp193 M
A A A


Sindonews.com - PT Indonesia Power menargetkan pendapatan dari produksi listrik di Waduk Saguling sekitar 2.764 gigawatt-hour (GWh) atau setara Rp193 miliar pada tahun ini.

General Manager Indonesia Power Waduk Saguling Eri Prabowo menjelaskan, target produksi listrik sekitar 2.764 GWh sedikit terkoreksi dari pencapaian produksi pada 2011 sekitar 2.800 GWh.

“Faktor kuantitas, kualitas, dan sedimentasi air di Saguling menjadi penyebab utama penurunan target produksi listrik,” kata Eri di Kabupaten Bandung, Kamis 28 Juni 2012.

Menurut dia, produksi listrik Indonesia Power sangat tergantung pada debit air waduk tersebut, di mana air masuk ke waduk mengandalkan aliran Sungai Citarum.

Namun, kondisi dan sedimentasi Sungai Citarum cukup mengkhawatirkan. Akibatnya, air yang masuk ke waduk menyusut. Setiap harinya sekitar 4,2 kubik/ detik pasir masuk Saguling dan sampah sekitar 10 ton per hari di Cihampelas.

Padahal, pengelola Waduk Saguling harus memproduksi listrik kepada masyarakat, terutama untuk menjamin keterjangkauan harga listrik, di mana harga jual listrik dari PLTA sebesar Rp70 per kilowatt-hour (kWh).

Sementara harga listrik yang dihasilkan dari diesel sebesar Rp1.800 per kWh. Menurut Kabid Komunikasi Corporate Indonesia Power Luthfi Hani,menurunnya kualitas air Citarum menyebabkan daya tahan waduk delapan tahun lebih tua dari waktu yang direncanakan yaitu 50 tahun. Kondisi tersebut akan terus menyusut bila kualitas air Citarum semakin buruk.

“Limbah, sampah, dan sedimentasi tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi waduk, tapi juga meningkatkan biaya perawatan PLTA Saguling oleh Indonesia Power. Dalam satu tahun, biaya perawatan mencapai Rp70 miliar,” jelasnya.

Anggaran sebesar Rp5 miliar, di antaranya fokus untuk pemeliharaan waduk. Sisanya untuk pemeliharaan turbin, mesin pembangkit listrik, tenaga kerja, dan lainnya.

Tingginya pengeluaran Indonesia Power mengakibatkan pengurangan pendapatan perusahaan. “Kami harus merawat mesin dengan biaya mencapai Rp1 miliar per tahun. Kami pun menghadapi ancaman kerusakan mesin lebih awal dari kemampuan semestinya,” ucapnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
37 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved