RIM pangkas 5.000 karyawan

Jum'at, 29 Juni 2012 - 10:51 WIB
RIM pangkas 5.000 karyawan
RIM pangkas 5.000 karyawan
A A A
Sindonews.com - Produsen BlackBerry, Research in Motion (RIM) kembali menunda peluncuran sistem operasi BlackBerry 10 garapannya. Selain penundaan tersebut, vendor smartphone BlackBerry ini juga mengumumkan pemangkasan sekira 5.000 karyawannya.

Sebagaimana dikutip dari PC World, Jumat (29/6/2012), penundaan BlackBerry 10 diumumkan seiring revenue RIM yang menurun tajam dan kerugian pada rentang Maret sampai Mei.

Revenue RIM berada di posisi USD2,8 miliar, turun dari USD4,9 pada tahun lalu. Perusahaan yang sedang berjuang mengembalikan kejayaan ini juga melaporkan kerugian sekira USD518 juta.

Keputusan perusahaan memangkas 5.000 karyawannya dilakukan RIM sebagai kelanjutan dari restrukturisasi yang sedang berlangsung. Pemangkasan tersebut tidak dilakukan sekaligus, tapi bertahap selama sembilan bulan ke depan.

Kinerja buruk RIM sebagian besar disebabkan kompetisi di pasar smartphone. Perusahaan asal Kanada ini terdesak oleh Apple, Google, dan Microsoft yang memanjakan konsumer dengan pemutakhiran sistem operasi telefon genggam besutannya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengapa BlackBerry Bangkrut?...
Mengapa BlackBerry Bangkrut? Ini 3 Alasannya!
Hari Ini BlackBerry...
Hari Ini BlackBerry Lawas Resmi Disuntik Mati
Layanan BlackBerry 7.1...
Layanan BlackBerry 7.1 dan 10 Tinggal Menghitung Hari
Akhir Perjalanan BB,...
Akhir Perjalanan BB, OnwardMobility Ogah Produksi BlackBerry 5G
Nasib BlackBerry Sekarang,...
Nasib BlackBerry Sekarang, Nyerah Jualan HP Banting Setir ke Software Keamanan
Sempat Jadi Raja Smartphone...
Sempat Jadi Raja Smartphone Dunia, Harga HP BlackBerry Sekarang Tinggal Segini
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
4.000 Karyawan Bank...
4.000 Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara akan Digantikan AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved