Tata niaga impor kedelai disiapkan
Kamis, 05 Juli 2012 - 09:17 WIB
Tata niaga impor kedelai disiapkan
A
A
A
Sindonews.com – Kenaikan harga kedelai yang mencapai 17,3 persen membuat pemerintah menyiapkan tata niaga impor. Keberadaan tata niaga impor diharapkan dapat mengendalikan harga kedelai.
Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syahrul R Sempurnajaya mengatakan, kenaikan harga kedelai membuat para pengusaha tahu di berbagai sentra usaha tahu di Kabupaten Tasikmalaya mulai mengeluh. Harga bahan baku terus naik hingga menembus angka Rp7.000 per kilogram (kg).
“Saat ini perajin tahu mencari solusi dengan beralih menggunakan kacang kedelai berkualitas biasa dengan harga yang cukup murah antara Rp6.300–6.700 per kg,” kata Syahrul di Jakarta kemarin. Dia menjelaskan, harga kedelai meningkat dalam tiga bulan terakhir,di mana tiga bulan sebelumnya kedelai hanya diperdagangkan pada level Rp4.500 per kg.
Sementara, untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas kedelai, Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Deddy Saleh mengatakan, produksi kedelai tidak bisa dibuat lebih besar karena bisa mengurangi produksi padi. “Untuk itulah, pemerintah menyiapkan tata niaga impor jagung dan kedelai,” jelas Deddy.
Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syahrul R Sempurnajaya mengatakan, kenaikan harga kedelai membuat para pengusaha tahu di berbagai sentra usaha tahu di Kabupaten Tasikmalaya mulai mengeluh. Harga bahan baku terus naik hingga menembus angka Rp7.000 per kilogram (kg).
“Saat ini perajin tahu mencari solusi dengan beralih menggunakan kacang kedelai berkualitas biasa dengan harga yang cukup murah antara Rp6.300–6.700 per kg,” kata Syahrul di Jakarta kemarin. Dia menjelaskan, harga kedelai meningkat dalam tiga bulan terakhir,di mana tiga bulan sebelumnya kedelai hanya diperdagangkan pada level Rp4.500 per kg.
Sementara, untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas kedelai, Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Deddy Saleh mengatakan, produksi kedelai tidak bisa dibuat lebih besar karena bisa mengurangi produksi padi. “Untuk itulah, pemerintah menyiapkan tata niaga impor jagung dan kedelai,” jelas Deddy.
(and)
Lihat Juga :