Australia kenakan bea masuk antidumping kaca RI

Kamis, 05 Juli 2012 - 09:26 WIB
Australia kenakan bea...
Australia kenakan bea masuk antidumping kaca RI
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Australia mengenakan bea masuk antidumping (BMAD) terhadap produk kaca (clear float glass/ CFG) Indonesia. Padahal, tiga tahun terakhir Australia merupakan pasar produk kaca yang cukup besar bagi Indonesia Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Ernawati mengatakan, ekspor produk kaca ke pasar Australia sangat potensial.

Nilai ekspor CFG ke Australia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2009 nilainya mencapai angka USD442 ribu dan naik hingga mencapai USD1,84 juta pada 2010. Sedangkan, sepanjang 2011 ekspor CFG ke Australia mencapai angka USD2,32 juta. “Australia merupakan pasar CFG kedua terbesar bagi Indonesia selama tiga tahun terakhir,” kata Ernawati di Jakarta, kemarin.

Namun, potensi pasar tersebut bisa hilang karena Australia mengenakan BMAD terhadap produk tersebut. Pemerintah Australia menerapkan BMAD setelah melakukan penyelidikan ulang terhadap produk CFG asal Indonesia. Minister Home Affairs Australia akhirnya mengenakan BMAD terhadap produk kaca Indonesia sebesar tiga persen untuk PT AM dan 8,1 persen untuk PT MG, serta 22,4 persen untuk perusahaan lain.

Ernawati menyatakan bahwa Indonesia telah melakukan berbagai upaya dalam pembelaan terhadap perusahaan Indonesia pada saat penyelidikan ulang, antara lain mengajukan peninjauan ulang kepada Pemerintah Australia. “Kita juga telah menyampaikan surat menteri perdagangan Indonesia kepada Australia,” katanya. Selain itu, Indonesia menegaskan bahwa kerugian yang dialami oleh industri dalam negeri negara itu bukan karena produk impor, melainkan penurunan kinerja dari perusahaan lokal Australia.

Menurut Ernawati, Indonesia juga telah menyampaikan surat keprihatinan kepada Trade Measures Review Officer (TMRO) Australia, terutama mengenai tidak adanya hubungan produk kaca Indonesia dengan kerugian yang dialami oleh industri dalam negeri Australia.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kabar Baik, Baja Nirkarat...
Kabar Baik, Baja Nirkarat Indonesia Bebas dari Anti-Dumping Turki
Brasil Stop Penyelidikan...
Brasil Stop Penyelidikan Anti-dumping Ekspor Baja CRSS Indonesia
Malaysia Setop Investigasi...
Malaysia Setop Investigasi Anti-Dumping, Ekspor PET Siap Digenjot Lagi
Baja Murah China Banjiri...
Baja Murah China Banjiri Pasar Global, Banyak Negara Mengecam
China Jadi Target Utama...
China Jadi Target Utama Anti-Dumping Sesama Anggota BRICS
API Dukung Tolak Usulan...
API Dukung Tolak Usulan Bea Masuk Anti-dumping Benang Filamen Sintetik Tertentu
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
6 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
6 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
7 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
7 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
8 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
8 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved